FITNESS & HEALTH

Ditemukan Varian HIV Baru: Lebih Cepat dan Lebih Menular

Mia Vale
Selasa 08 Februari 2022 / 15:46
Jakarta: Covid-19 belum usai, kini satu lagi penyakit yang cukup ditakuti muncul dengan varian terbaru. Ya, varian HIV yang baru ditemukan di Belanda dan tampaknya menyebabkan perkembangan penyakit yang lebih cepat dibandingkan dengan versi virus lainnya. 

Varian HIV yang baru ditemukan ini disebut varian VB. Dan pada orang yang terinfeksi varian ini, jumlah CD4 iturun sekitar dua kali lipat dibandingkan orang yang terinfeksi dengan jenis HIV yang terkait erat, yang berarti mereka dari subtipe genetik yang sama (B). 

Perlu diketahui, Human immunodeficiency virus (HIV) menginfeksi dan menghancurkan sel-sel kekebalan yang disebut sel CD4 di dalam tubuh, menyebabkan jumlah sel-sel ini turun drastis. Jika tidak diobati, infeksi kemudian berkembang menjadi AIDS.  

Para peneliti melaporkan, rata-rata proses ini terjadi dalam dua hingga tiga tahun setelah diagnosis HIV awal. 

Sedangkan untuk versi virus lainnya, tingkat penurunan yang serupa terjadi rata-rata sekitar enam hingga tujuh tahun setelah diagnosis. Dan laporan ini sudah diterbitkan ke dalam jurnal Science.

Dalam penelitian mereka, tim menemukan obat antiretroviral, pengobatan standar untuk HIV, bekerja dengan baik terhadap varian VB seperti yang mereka lakukan terhadap versi virus lainnya. 

"Untuk seseorang yang berhasil dalam pengobatan, penurunan sistem kekebalan terhadap AIDS dihentikan, dan penularan virus mereka ke orang lain juga berhenti," ujar Chris Wymant, penulis utama studi dan peneliti senior genetika statistik dan dinamika patogen di University of Oxford.

“Kami ingin secara langsung mengurangi jumlah orang yang meninggal karena AIDS, tetapi juga sebagai sarana untuk mengurangi jumlah virus yang beredar dan karena itu mengurangi kemungkinan munculnya varian baru yang lebih mematikan,” tambah Wymant, seperti yang berhasil dinukil dari Live Science.


apa itu hiv baru
(Ahli mengatakan, dalam HIV varian VB, saat didiagnosis, orang yang terinfeksi varian VB sudah memiliki jumlah CD4 yang lebih rendah daripada mereka yang terinfeksi jenis lain. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Kapan ditemukan? 


Wymant dan ahli epidemiologi penyakit menular Christophe Fraser, penulis senior studi tersebut, adalah anggota kunci dari proyek BEEHIVE, upaya untuk lebih memahami biologi, evolusi, dan epidemiologi HIV. 

Dan varian VB ini ditemukan ketika tim peneliti sedang mengidentifikasi 17 orang terinfeksi HIV varian berbeda. 

Sebanyak 15 orang yang terinfeksi berasal dari Belanda, satu dari Swiss dan satu dari Belgia. Mereka semua membawa konsentrasi virus yang sangat tinggi dalam darah mereka di awal infeksi. 

Varian yang baru ditemukan milik subtipe genetik B, sekelompok virus HIV terkait yang paling sering ditemukan di Eropa dan AS. 

Untuk melihat apakah mereka dapat menemukan lebih banyak contoh varian di Belanda, para peneliti menyaring data dari Kohort observasional HIV nasional ATHENA, sekelompok besar orang HIV-positif di Belanda yang didiagnosis antara tahun 1981 dan 2015. 

Pada saat didiagnosis, orang yang terinfeksi varian VB sudah memiliki jumlah CD4 yang lebih rendah daripada mereka yang terinfeksi jenis lain. 

Jadi dibandingkan dengan orang lain yang baru didiagnosis dengan HIV, jumlah CD4 mereka mulai lebih rendah dan turun lebih cepat. 

Kok bisa? Saat itu, tim menemukan bahwa varian tersebut membawa banyak mutasi, tersebar di seluruh genomnya, jadi untuk saat ini, mereka tidak dapat menentukan satu penyebab genetik yang terisolasi untuk peningkatan virulensi virus. 
 

Lebih menular


Para tim menegaskan, "Varian VB kemungkinan besar lebih menular daripada versi HIV lainnya. Namun, temuan ini kurang meyakinkan dibandingkan bukti peningkatan virulensi, karena pohon tersebut hanya memberikan bukti tidak langsung tentang penularan virus," kata Wymant. 

Setelah varian VB muncul pada 1980-an atau 1990-an, jumlah orang yang terinfeksi varian ini terus meningkat hingga sekitar 2010. Peningkatan ini mencapai puncaknya sekitar tahun 2008 dan kemudian terus menurun.

Sementara itu, apakah masyarakat umum harus khawatir dengan varian VB yang baru ditemukan? "Masyarakat tidak perlu khawatir," kata Wymant. 

Menemukan varian ini menekankan pentingnya panduan yang sudah ada, di mana individu yang berisiko tertular HIV memiliki akses ke tes rutin untuk memungkinkan diagnosis dini, diikuti dengan pengobatan segera. Prinsip-prinsip ini berlaku sama untuk varian VB.
(TIN)