FITNESS & HEALTH

Meningkatkan Umur Wanita dengan Konsumsi Makanan Kaya Protein Nabati

Mia Vale
Rabu 29 Desember 2021 / 07:30
Jakarta: Penelitian menunjukkan bahwa wanita pascamenopause dengan jumlah asupan protein nabati tertinggi memiliki risiko kematian 9 persen lebih rendah dari semua penyebab, risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 12 persen lebih rendah, dan risiko demensia terkait 21 persen lebih rendah.

Peneliti Wei Bao dari University of Iowa di AS, dalam Journal of American Heart Association mengatakan artinya, mengonsumsi protein nabati dapat meningkatkan umur panjang pada wanita. Protein nabati telah ditemukan sangat bermanfaat, terutama bagi wanita. 

Menurut penelitian yang berhasil dilansir dari Times of India, hal itu dapat menurunkan risiko kematian dini, penyakit jantung, dan kematian terkait demensia pada wanita yang lebih tua. 
 

Penjelasan para ahli 


Bao juga mengatakan bahwa mereka mendukung kebutuhan untuk mempertimbangkan sumber protein makanan dalam pedoman diet masa depan. Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 100.000 wanita pascamenopause - berusia antara 50 hingga 79 tahun. 

Pada saat mereka mendaftar dalam penelitian ini, peserta menyelesaikan kuesioner tentang diet mereka yang merinci seberapa sering mereka makan telur, susu, unggas, daging merah, ikan/kerang, dan protein nabati seperti tahu, kacang-kacangan, kacang-kacangan dan kacang polong.


 Protein nabati bermanfaat bagi wanita
(Peneliti Wei Bao dari University of Iowa di AS, dalam Journal of American Heart Association mengatakan mengonsumsi protein nabati dapat meningkatkan umur panjang pada wanita. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 

 
Selama masa studi, total 25.976 kematian terjadi (6.993 kematian akibat penyakit kardiovaskular; 7.516 kematian akibat kanker; dan 2.734 kematian akibat demensia). 

Tim mencatat tingkat dan jenis protein yang dilaporkan dikonsumsi wanita, membagi mereka menjadi beberapa kelompok untuk membandingkan siapa yang makan paling sedikit dan siapa yang paling banyak makan setiap protein. 

Tim menemukan bahwa konsumsi daging merah olahan yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kematian akibat demensia 20 persen lebih tinggi. 

Dalam laman yang sama disebutkan konsumsi daging, telur, dan produk susu yang tidak diproses lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 12 persen, 24 persen, dan 11 persen lebih tinggi. 
 

Mengganti protein hewani


Para peneliti mencatat bahwa penggantian total daging merah, telur, atau produk susu dengan kacang dikaitkan dengan risiko kematian 12 persen hingga 47 persen lebih rendah dari semua penyebab bergantung pada jenis protein yang diganti dengan kacang.

(TIN)