FITNESS & HEALTH

Serangan Panik atau Hanya Cemas? Yuk, Cari Tahu Bedanya

Mia Vale
Minggu 22 Mei 2022 / 17:00
Jakarta: Istilah serangan panik dan serangan kecemasan digunakan secara bergantian, tetapi keduanya tidak sama. Karakteristik utama membedakan satu dari yang lain, meskipun mereka memiliki beberapa gejala yang sama. 

Jenis serangan ini memiliki intensitas dan durasi yang berbeda. Dan biasanya perempuan lebih mungkin dibandingkan laki-laki untuk memiliki kecemasan atau serangan panik.

Serangan panik umumnya lebih intens daripada serangan kecemasan. Mereka juga muncul tiba-tiba, sementara serangan kecemasan sering dikaitkan dengan pemicu.

Gejala kecemasan terkait dengan berbagai kondisi kesehatan mental, termasuk gangguan obsesif-kompulsif dan trauma. Sementara serangan panik terutama memengaruhi mereka yang mengalami gangguan panik. 
 

Gejala serangan panik


Bila dilihat dari hasil nukil laman Medical News Today, gejalan serangan panik datang tiba-tiba, tanpa pemicu yang jelas. Gejalanya meliputi: 

- Detak jantung yang berpacu atau berdebar kencang 
- Nyeri dada 
- Ppusing atau sakit kepala ringan 
- Hot flashes atau kedinginan 
- Mual 
- Mati rasa atau kesemutan pada ekstremitas
- Ggemetar 
- Sesak napas 
- Sakit perut 
- Berkeringat 
?- Perasaan tercekik  
 

Orang yang mengalami serangan panik juga dapat: 


- Merasa kehilangan kendali 
- Merasa seperti mereka menjadi gila
- Memiliki ketakutan tiba-tiba bahwa mereka akan mati 
- Merasa terlepas dari diri mereka sendiri, yang disebut depersonalisasi, dan merasa terlepas dari lingkungan mereka 

Gejala panik cenderung memuncak setelah 10 menit, kemudian secara bertahap mereda. Namun, beberapa serangan panik dapat terjadi berturut-turut, membuatnya tampak seperti serangan yang berlangsung lebih lama. Setelah serangan, banyak orang merasa stres, khawatir, atau tidak biasa sepanjang hari.


cara mengataasi serangan panik
(Kala rasa panik atau kecemasan menyerang, lakukan rasa mengakui apa yang terjadi, bernapaslah perlahan dan dalam, cobalah teknik relaksasi untuk dapat membatu meredakan rasa tersebut. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Gejala serangan kecemasan 


Sementara itu, gejala kecemasan mengikuti periode kekhawatiran yang berlebihan. Gejala dapat menjadi lebih jelas dalam beberapa menit atau jam. Gejala serangan kecemasan meliputi: 

- Mudah terkejut 
- Nyeri dada 
- Pusing 
- Mulut kering 
- Kelelahan 
- Takut 
- Sifat lekas marah 
- Kehilangan konsentrasi 
- Nyeri otot 
- Mati rasa atau kesemutan pada ekstremitas 
- Detak jantung yang cepat 
- Kegelisahan 
- Sesak napas 
- Gangguan tidur 
- Perasaan tercekik 
- Khawatir dan kesusahan 

Gejala kecemasan sering berlangsung lebih lama daripada gejala serangan panik. Mereka mungkin bertahan selama beberapa hari, minggu, atau bulan. 
 

Bila terjadi serangan


Kala rasa panik atau kecemasan menyerang, ini yang bisa membantu kondisi tersebut
- Mengakui apa yang terjadi
- Bernapaslah perlahan dan dalam
- Cobalah teknik relaksasi
- Berlatih perhatian
 

Cari bantuan


Para profesional ini tidak dapat mendiagnosis serangan kecemasan, karena ini bukan kondisi yang ditentukan secara klinis dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5). Namun, mereka dapat mengenali gejala kecemasan. 

Untuk mendiagnosis salah satu dari kondisi ini, dokter akan mendiskusikan gejala dan peristiwa kehidupan. Mereka juga dapat melakukan evaluasi psikologis untuk melihat kategori apa, jika ada, gejalanya masuk ke dalam. Mungkin perlu untuk mengesampingkan kondisi fisiologis yang memiliki gejala serupa.

(TIN)