FITNESS & HEALTH

5 Mitos HIV/AIDS, Menular Lewat Sentuhan Hingga Tidak Bisa Diobati

Cindy
Kamis 02 Desember 2021 / 15:30
Jakarta: Hari AIDS Sedunia diperingati setiap tahunnya pada 1 Desember. Peringatan ini guna menyadarkan masyarakat akan bahaya penularan HIV/AIDS

HIV muncul sebagai epidemi selama bertahun-tahun dan telah merengut banyak jiwa. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2020, sebanyak 680 ribu orang meninggal karena kasus HIV. 

Tingginya angka kematian akibat HIV membuat masyarakat takut bahkan khawatir dekat dengan penderita HIV/AIDS. Sehingga, banyak mitos yang beredar terkait penyakit tersebut. Berikut 5 mitos terkait HIV/AIDS yang masih beredar di masyarakat luas, dilansir Times Now News, Kamis, 2 Desember 2021:

1. Mitos: HIV/AIDS bisa menyebar melalui sentuhan

HIV/AIDS bisa menyebar melalui sentuhan. Mitos atau fakta? Foto: Freepik
HIV/AIDS bisa menyebar melalui sentuhan. Mitos atau fakta? Foto: Freepik.

Ini merupakan mitos paling umum yang menyebabkan penderita HIV/AIDS dikucilkan bahkan diperlakukan buruk. Penting untuk diketahui bahwa HIV tidak dapat menyebar lewat sentuhan fisik. 

Penyakit ini hanya bisa menular ketika cairan tubuh dari penderita HIV masuk ke dalam tubuh orang sehat. Cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan anus, dan ASI. Penularan hanya lewat hubungan seksual, berbagi jarum suntik, hingga mengandung. 

2. Mitos: Orang heteroseksual tidak rentan terhadap HIV

Faktanya, orientasi seksual seseorang tidak menentukan kerentanan mereka terhadap HIV/AIDS. Sebab, hubungan seksual dengan penderita HIV seperti apapun bentuknya tetap dapat menularkan penyakit. Oleh karena itu, para ahli kerap menyarankan praktik seks aman dengan kondom. 

Baca: Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Pahami Gejala, Penyebab, dan Cara Cegah Penyakit HIV/AIDS
 

3. Mitos: Pengidap HIV juga akan terkena AIDS

Pengidap HIV juga akan terkena AIDS. Mitos atau fakta? Foto: Freepik
Pengidap HIV juga akan terkena AIDS. Mitos atau fakta? Foto: Freepik.

Istilah HIV dan AIDS sering digunakan secara bersamaan dan menimbulkan kesalahpahaman umum. Sebetulnya, HIV dan AIDS tidak lah sama. AIDS merupakan stadium lanjut dari HIV, sehingga pengidap HIV belum tentu menderita AIDS. 

4. Mitos: HIV punya gejala yang jelas

HIV mungkin dapat menimbulkan gejala seperti flu biasa. Namun, gejala tersebut akan hilang dan tidak menimbulkan gejala apapun selama bertahun-tahun. Ini lah yang membuat penyakit HIV berbahaya, sulit diidentifikasi, dan diobati pada tahap awal. Untuk mengetahui Anda terinfeksi HIV atau tidak hanya dapat dibuktikan lewat tes HIV. 

5. Mitos: Terjangkti HIV menyiratkan akhir dari segalanya 

Hasil positif HIV memang dapat menimbulkan ketakutan yang luar biasa bagi pengidapnya. Namun, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah memungkinkan pengobatan HIV. 

Para ilmuan telah menemukan obat anti-retroviral (ARV) yang bekerja untuk menekan replikasi virus. Obat dapat memperlambat kemajuan penyakit dan membantu memperpanjang usia harapan bagi penderita HIV. 

Baca: Ketahui Penularan HIV/AIDS dari Ibu ke Anak dan Cara Mencegahnya
(CIN)