FITNESS & HEALTH

Fakta Varian Covid-19 Delta Menurut Para Ahli

Raka Lestari
Kamis 17 Juni 2021 / 19:07
Jakarta: Saat ini ada berbagai mutasi dari covid-19, salah satunya adalah varian covid-19 Delta yang berasal dari India dan kini sudah ada kasusnya di Indonesia.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut varian ini sebagai "variant of concern”. Maksudnya adalah varian ini meningkatkan risiko penularan dan penyakit parah.
 

Dari mana asal varian Delta?


Menurut CDC, varian Delta alias B.1.617.2, awalnya terdeteksi di India pada Desember 2020. Ini sebenarnya adalah mutasi atau sub-varian dari B.1.617, yang disebut strain "mutan ganda" yang mendapat banyak perhatian pada bulan April lalu.

John Sellick, DO, pakar penyakit menular dan profesor kedokteran di University at Buffalo/SUNY, mengatakan, "Sub-varian khusus ini telah menyebabkan malapetaka di India." Dan sekarang, tampaknya, itu menyebar ke seluruh dunia.
 

delta
(Menurut CDC, varian Delta alias B.1.617.2, awalnya terdeteksi di India pada Desember 2020 dan merupakan mutasi atau sub-varian dari B.1.617. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)

 

Mengapa varian Delta begitu mengkhawatirkan?


Varian Delta memiliki beberapa mutasi pada protein lonjakan SARS-CoV-2, yang dapat membantunya menyebar lebih mudah daripada bentuk virus lainnya. 

CDC secara khusus mengatakan bahwa varian ini lebih menular dan menimbulkan "potensi pengurangan" dalam efektivitas vaksin covid-19.

CDC sebelumnya memasukkan varian Delta dalam “variant of interest” tetapi saat ini statusnya berubah menjadi “variant of concern” di Amerika Serikat berdasarkan bukti peningkatan penularan dan keparahan penyakit (yang diukur dengan rawat inap dan kematian).
 

Apa saja gejala varian Delta? 


Gejala varian Delta sedikit berbeda dibandingkan virus yang menyebar sebelumnya. "Covid sudah berbeda sekarang. Varian ini lebih seperti flu yang buruk. Orang mungkin berpikir bahwa mereka hanya terkena flu musiman saja," ujar Tim Spector, profesor epidemiologi di King's College London.

Dia menjelaskan bahwa gejala utama nomor satu bagi mereka yang memiliki varian Delta adalah sakit kepala, dan ini diikuti oleh sakit tenggorokan, pilek, dan demam. 

Menurut Times of India, varian Delta juga telah dikaitkan dengan lebih banyak masalah GI, termasuk diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, dan mual.
 

Apakah vaksin efektif melawan varian Delta?


William Schaffner, MD, spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine, menyebutkan bahwa seberapa efektif vaksin covid-19 dalam melawan varian Delta masih belum jelas saat ini.

"Sekalipun varian ini dapat mengurangi efektivitas vaksin, tetap saja semakin banyak orang yang divaksinasi maka semakin kecil kemungkinannya untuk menyebar," pungkas Dr Schaffner.
(TIN)