FITNESS & HEALTH

Kemenkes Jelaskan Alasan Sudah Vaksinasi Bupati Sleman Positif Covid-19

Yatin Suleha
Senin 25 Januari 2021 / 14:15
Jakarta: Vaksinasi covid-19 telah dilakukan sejak Rabu, 13 Januari 2021 lalu yang diawali dengan pemberian vaksinasi covid-19 kepada Presiden Joko Widodo. Namun terdapat sebuah momen yang cukup membingungkan.

Hal ini lantaran Bupati Sleman Sri Purnomo diketahui positif covid-19 usai mendapatkan suntikan pertama Vaksin Sinovac. 

Menjawab hal ini, dalam laman resmi Kemenkes disebutkan bahwa Sri Purnomo sudah melakukan vaksinasi covid-19 untuk suntikan pertama pada tanggal 14 Januari 2021, namun ia belum mendapatkan suntikan kedua.

Vaksin Sinovac adalah vaksin berisi virus mati atau inactivated, jadi hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi. Ada kemungkinan saat divaksinasi Sri berada dalam masa inkubasi covid-19.

“Jika melihat rentang waktu dari bapak bupati maka sangat mungkin pada saat bapak bupati divaksinasi beliau ini berada dalam masa inkubasi covid-19 di mana tentunya sudah terpapar virus covid-19 tapi tidak menunjukkan gejala,” kata dr Siti Nadia Tarmidzi, MPH Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan.
 

Load virus covid-19 tertinggi 5 sampai 6 hari pertama


“Secara alamiah waktu antara terpapar virus dan munculnya gejala atau load virus itu adalah sedang tinggi-tingginya sekitar pada 5 sampai dengan 6 hari. Hal ini adalah waktu yang pas karena beliau divaksinasi pada tanggal 14 Januari sementara hasil pemeriksaan swab beliau positif di tanggal 20 Januari,” tambah dr. Nadia.

Vaksinasi covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang telah terbentuk. 

Hal ini memicu respons antibodi yang lebih cepat dan lebih efektif di masa yang akan datang.

Suntikan kedua berfungsi sebagai booster untuk membentuk antibodi secara optimal dan imunitas. Ini baru akan terbentuk secara baik setelah tiga minggu suntikan kedua.

“Untuk itu perlu dipahami bersama meskipun kita sudah divaksinasi covid-19 masih ada risiko terpapar virus covid-19, namun tentunya diharapkan vaksin ini akan dapat mengurangi kemungkinan sakit,” ucap dr. Nadia.
 

Tetap lakukan prokes 3M setelah vaksinasi covid-19


Proses pemberian vaksinasi tetap dilakukan seperti yang sudah ditargetkan bagi seluruh masyarakat. Dr. Nadia berpesan dengan adanya vaksinasi semua masyarakat masih punya kewajiban untuk menjalankan protokol kesehatan karena selain tetap harus menjaga diri juga masih butuh waktu bersama-sama bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Untuk bisa mencapai kekebalan kelompok upaya 3M (menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, memakai masker) dan 3T (Tracing, Testing, Treatment), serta vaksinasi harus tetap dijalankan secara bersamaan.

“Kami ingin menyampaikan bahwa kami turut prihatin dengan Bupati Sleman yang saat ini Bapak Sri Purnomo yang dinyatakan diketahui positif covid-19. Kami sampaikan kondisi beliau saat ini baik dan tidak menunjukkan gejala apapun. Beliau saat ini hampir berusia 60 tahun dan beliau sedang melakukan isolasi mandiri di rumah dinas,” kata dr. Nadia.
(TIN)