FITNESS & HEALTH

Cara Cuci Pakaian Anak agar Bebas dari Virus

Kumara Anggita
Jumat 16 Oktober 2020 / 14:12
Jakarta: Dalam situasi pandemi covid-19, selain menerapkan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, perlu diingat juga bahwa mencuci pakaian dengan benar adalah hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini untuk menghindari bakteri atau virus yang mungkin menempel di pakaian kita dan anak. 

Sera Yolanda, Owner Baby Laundry menjelaskan bahwa detergen dengan bahan surfaktan aman bagi kulit bayi namun tetap ampuh dalam membersihkan dan mengusir virus.

“Seperti kita ketahui ya, banyak sekali saat ini merek detergen khusus pakaian bayi yang ada di pasaran. Namun moms tetap harus perhatikan komposisi dari detergen tersebut. Pilih detergen yang menggunakan surfaktan yang mampu terurai dengan baik di lingkungan, tidak mengandung senyawa fosfat, rendah busa, dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti paraben,” paparnya dalam Rompi di Aplikasi Orami Parenting.
 

Pilih pakaian yang mau dicuci dengan air panas


Menurutnya, ini boleh dilakukan namun tidak bisa untuk semua bahan, terutama bahan seperti perlak, spandek, bahan sutra, wol, ataupun bahan lain yang tidak tahan panas. 

“Perhatikan jenis bahan, serta petunjuk pencucian pada label pakaian anak. Biasanya ditandai dengan simbol angka derajat dan logo air,” ungkapnya.
 

Rendam pakaian bila cuci pakai tangan


Ia menjelaskan bahwa jika mencuci menggunakan tangan, maka rendam pakaian menggunakan detergen sekitar 20-30 menit lalu bilas dengan air biasa beberapa kali hingga detergennya tidak tersisa.

Ia menerangkan lagi, residu detergen yang tertinggal dapat menyebabkan:

- Pakaian semakin lama semakin berwarna kekuningan atau memudar

- Residu detergen yang menumpuk bisa saja menyebabkan gatal pada kulit

- Pakaian berbau apek


Cuci Pakaian
(Pilih pakaian yang bisa diredam dan dicuci dengan air panas. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
 

Pakai mode baby care atau mode delicate untuk pencucian di mesin


“Namun tetap harus diperhatikan ya apkah ada bahan yang tidak bisa dicuci dengan mesin, seperti misal bahan rajut, pakaian dengan aksesori (manik-manik, payet, dsb), bahan yang sangat halus dan tipis seperti gurita, bahan sutra, bahan kulit/suede, bahan berbulu, dan sebagainya,” jelasnya. 
 

Jangan lupa keringkan


Ia melanjutkan bahwa sebaiknya kamu keringkan pakaian dengan mesin pengering (dryer), karena suhu tinggi (>60?C) pada dryer terbukti ampuh membunuh berbagai jenis virus termasuk covid-19. 

“Untuk jenis pakaian yang tidak bisa terkena suhu panas, maka moms bisa mengangin-anginkan pada ruangan tertutup dan bersih, dan setelah kering semprot dengan disinfektan spray yang aman bagi kulit sensitif anak,” katanya.
 

Setrika uap


Ia merekomendasilan kamu untuk menyeterika pakaian menggunakan setrika uap karena setrika uap memiliki suhu lebih tinggi dibanding setrika listrik sehingga bakteri dan virus akan mati. Ini aman karena setrika uap tidak mudah merusak bahan serta lebih rapi dan efektif.
 

Simpan pakaian 


“Setelah disetrika, sebaiknya simpan pakaian pada tempat yang tertutup,” ujarnya. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berulang kali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan. 

Disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan atau 3M menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun. 
(TIN)