FITNESS & HEALTH

Pentingnya Mengetahui Gejala Kanker Paru dan Pengobatan Dini

Kumara Anggita
Jumat 05 Februari 2021 / 18:10
Jakarta: Deteksi dini adalah kunci dari berbagai penyakit termasuk kanker paru. Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah menegetahui gejalanya.

Pulmonologis, dr. Elisna Syahruddin, Ph.D., Sp.P(K) menyebutkan bahwa menemukan gejala kanker paru itu memang sulit dibandingkan dengan kanker lainnya, seperti kanker kulit yang mudah terlihat. Sebab paru-paru berada di dalam dan orang jarang mau melakukan pemeriksaan menggunakan alat yang tak nyaman seperti bronkoskopi ketika belum ada keluhan.

Namun ada beberapa gejala kanker paru juga tidak khas yang perlu kamu ketahui seperti:

- Batuk. Tidak ada batuk biasa

- Batuk darah

- Sakit atau nyeri dada

- Sesak napas

Kamu juga perlu mengetahui bahwa gejala kanker kadang disertai dengan berat badan menurun. Tidak jarang yang dikeluhkan merupakan gejala dari penyebaran kanker ke tempat lain misalnya nyeri atau patah tulang, sakit kepala, atau bahkan lumpuh.

Menurut data dari Medco group dan Yayasan Kanker Indonesia ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker paru antara lain:

- Jangan pernah mencoba untuk mulai merokok

- Bila sudah merokok maka hentikan

- Hindari asap rokok dimanapun Anda berada

- Patuhi peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja

Untuk mengobati penyakit ini, kamu bisa melakukan operasi jika masih memungkinkan. Bisa juga kemoterapi atau terapi target untuk jenis tertentu, radioterapi pada jenis tertentu, atau gabungan ketiganya.

Tak hanya itu, ada pula pilihan terbaru yang disebut dengan imunoterapi. Imunoterqpi bekerja dengan menggunakan sistem imun sendiri untuk membunuh sel kanker yang ada.

“Sel-sel imun kita berfungsi bagus. Sebetulnya kanker itu bisa disingkirkan. Malangnya kanker itu memiliki kemampuan untuk menghindar dari sistem imun. Sehingga sistem imun tak bisa mendeteksi bahwa itu adalah sel yang berbahaya,” ujar Prof. Siti Boedina, Direktur Senior Penanggung Jawab RSIA Bunda.

Imunoterapi lebih unggul dibandingkan kemoterapi. Itu lantaran cara kerjanya pada kanker-kanker stadium awal yang belum menyebar tidak menimbulkan kerusakan jaringan tubuh lain seperti yang ditemukan di terapi lain. Imunoterapi akan lebih efektif digunakan pada stadium awal sebelum kanker menyerah ke seluruh tubuh.

Pengobatani ini diberikan lewat infus dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dalam kerontokan rambut, sakit kepala parah, dan mual. Menurut penelitian, angka harapan hidup lima tahun pasien yang menjalani terapi ini mencapai lima sampai enam kali lipat, dibandingkan dengan kemoterapi. Bahkan 15 kali lipat pada pasien uang merespon terapi dengan baik. Ini adalah angka harapan hidup yang baik untuk pasien dengan kanker paru.

Imunoterapi untuk kanker merupakan sebuah standar terbaru bagi pengobatan kanker di Indonesia, yang dapat memperpanjang harapan hidup pasien dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Jangan sampai kanker datang padamu, selagi bisa dicegah hindarilah faktor risikonya. Khususnya jauhkan diri kamu dari paparan rokok. Hal ini akan lebih baik untuk kamu dan juga orang di sekitar kamu.
(FIR)