FITNESS & HEALTH

Berapa Kali Sebaiknya Minyak Goreng dari Kedelai Bisa Digunakan?

Raka Lestari
Kamis 08 Oktober 2020 / 08:48
Jakarta: Menggunakan minyak goreng yang terbuat dari kacang kedelai atau yang sering disebut dengan soybean oil memang masih jarang. Akan tetapi, minyak goreng berbahan dasar kedelai ini memiliki keunggulan dibandingkan minyak goreng biasa, yaitu salah satunya adalah karena mengandung asam lemak yang baik untuk mencegah penyakit degeneratif.

“Minyak goreng yang berbahan dasar kedelai ini memiliki kandungan PUFA dan titik asap yang lebih tinggi dibandingkan minyak biasa,”  ujar Ahli gizi & nutrisi Seala Septiani, S.Gz, M.Gizi, dalam acara Sania Royale Soya Oil Online Media Session, Selasa, 6 Oktober 2020.

Ia juga menjelaskan bahwa titik asap minyak merupakan suhu tertinggi dimana setelah itu panas mungkin akan merusak komponen baik dari lemak/minyak karena muncul senyawa berbahaya bagi tubuh dan putusnya ikatan tak jenuh. “Semakin tinggi titik asap, semakin aman dalam proses pemasakan,” ujar Seala.

Selain itu, soybean oil juga mengandung PUFA yang merupakan singkatan dari Polyunsaturated Fat/Fatty Acids yang merupakan jenis asam lemak terbaik yang memiliki banyak manfaat untuk mencegah penyakit degeneratif seperti jantung, stroke, dan lainnya. 

Lalu, berapa kali kita bisa menggunakan soybean oil ini untuk menggoreng? “Ada penelitian yang menyebutkan bahwa minyak dengan titik asap yang lebih tinggi bisa digunakan satu kali lebih banyak dibandingkan minyak lain, tetapi digunakan untuk menumis bukan untuk deep fried,” ujar Seala. 

“Sebenarnya yang paling baik adalah dengan tidak menggunakannya berulang, apalagi kalau digunakan untuk deep fried. Dua kali digunakan masih bisa, tetapi kalau sudah tiga kali tidak bisa. Dan jika menggunakan minyak berulang, sebaiknya hanya digunakan untuk menumis saja,” saran Seala. 

Nuri Rialen selaku Head of Marketing Sania Royale, menjelaskan bahwa minyak goreng yang terbuat dari kacang kedelai ini memang bisa digunakan untuk deep fried dengan tingkat kepanasan bisa mencapai 70 – 180 derajat Celcius. Ia juga menambahkan bahwa selain untuk menggoreng, minyak yang berbahan dasar dari kacang kedelai ini bisa digunakan untuk memanggang atau membakar makanan. 
(YDH)