FITNESS & HEALTH

Apakah Anak-anak Bisa Mengalami Eating Disorder?

Raka Lestari
Jumat 16 April 2021 / 11:00
Jakarta: Bagi orang tua, memberikan makan pada anak-anak yang pemilih makanan bisa menjadi satu hal yang menantang. Dan terkadang orang tua dengan cepat menganggap anak-anak yang sulit untuk makan atau memilih-milih makanan mengalami gangguan makan atau eating disorder, sama seperti yang dialami oleh orang dewasa.

Namun sebenarnya, menurut para ahli anak-anak bukan mengalami eating disorder seperti yang dialami oleh orang dewasa. Dr Joy Jacobs, seorang psikolog klinis mengatakan bahwa hal tersebut lebih karena pengendalian berat badan, masalah citra tubuh, atau kebutuhan emosional.

“Pada anak-anak yang usianya lebih muda, biasanya disebabkan karena masalah sensoris dibandingkan masalah emosional,” ujar Jacobs.


(Menurut Kennedy Krieger Institute, anak-anak yang mengalami tantrum pada waktu makan, kesulitan mengonsumsi makanan dengan tekstur tertentu, menolak beberapa jenis makanan, itu bisa jadi ia mengalami feeding disorder. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Carol Elliott, pendiri Pediatric Feeding Institute, menambahkan pada masalah eating disorder, biasanya penderitanya bukan tidak menyukai makanan tertentu atau tidak dapat mengunyah makanan. Eating disorder biasanya lebih kepada masalah psikologis disertai dengan masalah pada tubuh atau masalah lainnya,” kata Elliott.

“Eating disorder adalah anoreksia, bulimia, dan beberapa gangguan lainnya. Dan hal tersebut tidaklah sama dengan balita atau anak-anak yang pemilih dalam hal makanan,” ujar Elliott.

Dr Jacobs mengatakan bahwa eating disorder baru bisa terjadi pada anak-anak usia sekolah yang sudah pernah mengalami bullying atau body shaming. Jika masalah sensorik lebih dominan dibandingkan masalah emosional pada anak-anak yang sering menolak makanan, penyebabnya mungkin adalah feeding disorder bukanlah eating disorder. Meskipun terdengar mirip, tetapi keduanya merupakan hal yang berbeda.


(Eating disorder biasanya bukan karena tidak menyukai makanan tapi biasanya lebih kepada masalah psikologis disertai dengan masalah pada tubuh atau masalah lainnya. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Bila orang tua merasa khawatir dengan kebiasaan makan anak yang kurang maksimal, atau bahkan memiliki efek samping seperti gangguan pada pertumbuhannya, Elliott menyarankan untuk segera konsultasikan kepada ahli. 

Apapun masalah yang berkaitan dengan makanan yang dialami oleh anak, semakin cepat orang tua menyadarinya maka bisa semakin cepat untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.

(yyy)