FITNESS & HEALTH

Faktor Penyebab Gigi Sensitif

A. Firdaus
Rabu 31 Maret 2021 / 20:45
Jakarta: Gigi sensitif menjadi permasalahan yang menjengkelkan. Terlebih ketika kita sedang menikmati makanan atau minuman kesukaan.

Menurut drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent MDSc, faktor terjadinya gigi sensitif adalah mineral pada gigi yang terkikis akibat gaya hidup sehari-hari, atau kerap disebut demineralisasi.

Demineralisasi bisa disebabkan beberapa faktor, di antaranya pola makan, usia, hormonal, penyakit sistemik, dan cara menyikat gigi yang salah. Akibatnya gigi memiliki sensitivitas tinggi terhadap panas, dingin, ataupun tekanan.

“Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa mengonsumsi makanan sehat, bukan berarti terhindar dari gigi sensitif," ujar drg. Mirah yang juga Head of Sustainable Living Beauty & Home Care and Personal Care, Unilever Indonesia Foundation.

Pilihan makanan sehat seperti tomat, lemon, jeruk, cuka, ataupun salad dressing, termasuk minuman dari campuran air putih dan buah-buahan yang direndam (infuse water), merupakan konsumsi yang tinggi akan asam. Ke semuanya itu berpotensi sebagai salah satu faktor yang memicu timbulnya demineralisasi, sehingga timbul permasalahan gigi sensitif.


Para narasumber konferensi pers Pepsodent Memperkenalkan Teknologi Terkini ACTIVE REMIN COMPLEX

"Perlu diperhatikan, mineral yang hilang pada gigi tidak dapat dibentuk secara alami oleh tubuh kita. Diperlukan bantuan dari luar agar proses remineralisasi terjadi," terang drg. Mirah dalam acara Sensitive Mineral Expert by Pepsodent memperkenalkan teknologi terkini ACTIVE REMIN COMPLEX, Kamis 31 Maret 2021.

Sementara itu, menurut drg. Andy Wirahadikusumah, Sp. Pros. Prosthodontist, hilangnya mineral pada gigi secara terus menerus pada lapisan email, dapat menyebabkan tubulus dentin terbuka. Tubulus dentin yang terbuka, menyebabkan gigi sensitif. Sebab tubulus dentin ini terhubung dengan syaraf pada gigi.

"Apabila terbuka, sensasi taktil, dingin, ataupun panas dapat mencapai syaraf dan menimbulkan rasa tidak nyaman, yang dikenal sebagai gigi sensitif," tegas drg. Andy.
(FIR)