FITNESS & HEALTH

4 Langkah Aman Penderita Asma untuk Mengurangi Risiko Covid-19

Kumara Anggita
Rabu 31 Maret 2021 / 06:08
Jakarta: Penderita asma menghadapi tantangan unik terkait covid-19. Mereka yang memiliki penyakit ini sempat diminta untuk lebih berhati-hati.

Menarikanya, penelitian menunjukkan bahwa orang dengan asma tidak berisiko lebih tinggi untuk tertular virus corona baru (SARS-CoV-2) atau mengembangkan covid-19 jika mereka terjangkit infeksi. Namun tetap diingat kalau kamu harus berhati-hati di masa pandemi ini demi dirimu sendiri dan juga orang lain.

Mengutip dari Healthline, Dr. Payel Gupta, seorang spesialis alergi dan imunologi pun membagikan beberapa langkah terpenting. Langkah ini untuk seseorang yang memiliki penyakit asma untuk mengurangi risiko yang terkait dengan covid-19.
 

1. Kontrol asmamu


Dr. Payel menjelaskan bahwa hal nomor satu yang perlu diingat adalah memastikan asma kamu selalu terkontrol. Menurutnya, jika kamu harus menggunakan inhaler penyelamat, batuk atau mengi, itu adalah tanda-tanda bahwa asma tidak terkontrol dan kamu perlu berbicara dengan dokter. Nanti dokter bakal menentukan apakah kamu memerlukan perubahan dalam rencana perawatan asmamu atau tidak.
 

2. Pakai nebulizer di tempat yang terisolasi


Jika kamu menggunakan nebulizer di rumah, perlu diingat bahwa nebulisasi adalah prosedur yang menghasilkan aerosol. Tidak masalah menggunakan nebulizer di rumah, tetapi untuk menjaga keamanan orang lain di sekitar, kamu harus melakukannya di tempat yang terisolasi.

Artinya, kamu harus menutup pintu, menggunakan alat sendiri, dan kemudian tidak ada yang boleh memasuki ruangan itu selama beberapa jam. Kemudian sebisa mungkin bukalah jendela untuk mengangin-anginkannya dan memberinya ventilasi.
 

3. Pakai turbuhaler atau diskus


Sebagai pilihan lain, orang dapat mempertimbangkan inhaler dosis terukur dengan ruang penyimpan berkatup atau inhaler bubuk kering (Turbuhaler atau Diskus). Ini lebih disukai daripada nebulizer.
 

4. Tetap lakukan pengobatan


Selain itu, di awal pandemi, banyak media yang menyebutkan steroid inhalasi yang berpotensi memperburuk covid-19. Akibatnya, banyak orang yang menghentikan pengobatan steroid mereka.

Perlu diketahui bahwa Itu sebenarnya tidak terjadi sekarang. Apa yang kamu ketahui dari bulan Maret dengan sekarang sangat berbeda. Jika karena alasan tertentu rencana perawatanmu diubah dan kamu merasa pengobatan asma tidak bekerja sebagaimana mestinya, jangan takut untuk kembali ke dokter dan pastikan kamu masih dalam pengobatan yang tepat dan terencana.

Dokter mungkin ingin mengembalikan kamu pada obat pengontrol yang mungkin telah mereka keluarkan sebelumnya selama pandemi.
(FIR)