FITNESS & HEALTH

Antibodi Tidak Berkembang, Banyak Anak di AS Tertular Covid-19 Selama Pandemi

Mia Vale
Senin 13 Juni 2022 / 18:05
Jakarta: Sebuah studi baru dari para peneliti di Harvard Medical School, Rumah Sakit Anak Boston, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menunjukkan, kurang dari 10 persen anak-anak yang tertular covid-19 pada tahun 2020 atau awal 2021 mengembangkan antibodi yang mampu menangkal varian Omicron dari virus tersebut. 

“Saya mendengar orang tua berkata, 'oh, anak saya menderita covid-19 tahun lalu'. Dan kami menemukan, antibodi yang diproduksi anak-anak selama infeksi sebelumnya tidak menetralkan Omicron. Ini berarti bahwa anak-anak yang tidak divaksinasi masih rentan terhadap Omicron,” jelas Dr Adrienne G. Randolph, peneliti senior di HMS/Children's study dan profesor HMS anestesi dan pediatri di Boston Children's.

Dalam pernyataan itu, Randolph, mencatat bahwa vaksinasi memberikan perlindungan yang lebih baik kepada kaum muda terhadap Omicron daripada infeksi alami. 



(Para peneliti mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa antibodi yang dihasilkan oleh infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya pada populasi anak tidak menetralkan varian Omicron. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


“Meskipun ketersediaan di AS sejak Oktober 2021, penyerapan vaksin pada anak-anak usia 5 - 11 tahun secara keseluruhan rendah pada Maret 2022,” tulis para peneliti, seperti dilansir The Boston Globe.

Studi menyoroti pentingnya memvaksinasi anak-anak dan remaja yang lebih muda bahkan dengan kekebalan antibodi yang sudah ada sebelumnya oleh strain SARS-CoV-2 sebelumnya untuk mencegah penyakit parah pada anak-anak dari Omicron dan infeksi di masa depan. 

Para peneliti mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa antibodi yang dihasilkan oleh infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya pada populasi anak tidak menetralkan varian Omicron yang beredar saat ini. Oleh karena itu mereka berpotensi tetap rentan terhadap infeksi ulang dengan Omicron.

Departemen Kesehatan Masyarakat negara bagian, sementara itu, memberi tahu publik melalui Twitter bahwa anak-anak bisa mendapatkan booster Pfizer. 

“Anak-anak usia 5 hingga 11 tahun, sekarang dapat menerima booster covid-19 pediatrik Pfizer,” cuit DPH. DPH mengimbau bila anak-anak telah divaksinasi, mendapatkan suntikan booster adalah langkah penting berikutnya.  

(TIN)