FITNESS & HEALTH

8 Penyebab Terlambat Menstruasi

Sandra Odilifia
Kamis 22 April 2021 / 10:44
Jakarta: Menstruasi adalah hal yang normal dialami oleh wanita, ini merupakan pendarahan vagina normal yang terjadi sebagai bagian dari siklus bulanan wanita. Biasanya, menstruasi berlangsung dari kurang lebih seminggu.

Kebanyakan wanita yang belum mencapai menopause biasanya mengalami menstruasi setiap 28 hari. Namun, siklus menstruasi yang sehat juga dapat berkisar dari 21 hingga 35 hari.

Tetapi, bagaimana jika siklus menstruasimu mengalami keterlambatan padahal kamu tidak sedang hamil? Mengutip dari healthline, mungkin ini bisa jadi salah satu faktor kamu terlambat menstruasi:
 

1. Stres


Stres dapat menyebabkan penyakit dan berpengaruh pada berat badan. Namun tak hanya itu, stres juga berdampak pada siklus menstruasi kamu. Ketika stres, hormon bisa menurun dan itu dapat mengubah rutinitas harian kamu. Dengan begitu, hipotalamus yang bertanggung jawab mengatur siklus menstruasi juga akan terpengaruh jika kamu mengalami stres.
 

2. Berat badan rendah


Wanita dengan gangguan perilaku makan seperti bulimia nervosa mungkin mengalami menstruasi yang terlambat. Hal itu bisa mengubah cara tubuhmu berfungsi dan menghentikan ovulasi. 

Disamping itu, para ahli dalam laman yang sama mengatakan wanita yang berpartisipasi dalam olahraga ekstrem seperti maraton juga dapat menghentikan siklus menstruasinya.
 

3. Obesitas


Sama seperti berat badan rendah, kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan perubahan hormon. Ketika dokter menentukan obesitas menjadi faktor keterlambatan menstruasi, bersiaplah untuk mendapatkan rencana diet dan olahraga yang teratur.


mentruasi
(Penyebab sindrom ovarium polikistik belum begitu dipahami, tetapi dapat melibatkan perpaduan faktor genetik dan lingkungan. Gejala berupa menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih, jerawat, dan obesitas. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

4. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)


PCOS merupakan suatu kondisi yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak hormon androgen pria. Akibat dari ketidakseimbangan hormon, kista dapat terbentuk di ovarium. 

Hal itu bisa membuat ovulasi tidak teratur bahkan menghentikannya sama sekali. Hormon lain seperti insulin juga bisa tidak seimbang karena resistensi insulin berhubungan dengan PCOS.
 

5. Kontrol kelahiran


Kamu mungkin mengalami perubahan dalam siklus menstruasi ketika menjalankan atau menghentikan kontrasepsi. Seperti diketahui, pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang mencegah ovarium melepaskan telur.

Diperlukan waktu hingga enam bulan untuk membuat siklus kamu menjadi konsisten kembali setelah menghentikan pil. Jenis kontrasepsi lain yang ditanam atau disuntikkan juga dapat menyebabkan menstruasi terlambat.
 

6. Penyakit kronis


Penyakit kronis seperti diabetes dan seliaka juga dapat memengaruhi siklus menstruasi karena adanya perubahan hormon. Sehingga meskipun jarang, diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan menstruasi kamu tidak teratur.

Sementara, penyakit seliaka menyebabkan peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan pada usus kecil. Hal itu dapat mencegah tubuh menyerap nutrisi penting dan menyebabkan menstruasi terlambat atau terlewat.
 

7. Mengalami perimenopause dini


Sebagian besar wanita mulai menopause antara usia 45 hingga 55. Wanita yang mengalami gejala sekitar usia 40 ke bawah dianggap memiliki perimenopause dini. Hal itu berarti pasokan sel telurmu menurun dan siklus bulanan kamu pun berakhir.
 

8. Masalah tiroid


Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif juga bisa menjadi penyebab periode terlambat atau terlewat. Tiroid mengatur metabolisme tubuh sehingga kadar hormon dapat terpengaruh juga.

(TIN)