FITNESS & HEALTH

Banyak Perempuan Mengalami Gangguan Tidur saat Menstruasi

Raka Lestari
Sabtu 20 Februari 2021 / 12:10
Jakarta: Memiliki kulit wajah yang sehat dan cerah merupakan idaman setiap perempuan, terutama untuk menunjang penampilan mereka. Salah satu cara untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat dan cerah adalah dengan menjaga kualitas tidur di malam hari.

Namun masih banyak perempuan di Indonesia yang mengalami kesulitan dan gangguan saat tidur. Terlebih pada masa menstruasi.

Menurut dr. Nessya Dwi Setyorini, Sp.DV, seorang dermatologist, kualitas tidur merupakan proses penting bagi regenerasi kulit. Tanda penuaan pada kulit mulai hadir di umur 20 tahun.

"Sehingga kulit wajah akan menjadi perhatian tersendiri, khususnya bagi setiap perempuan," ujar dr. Nessya dalam kegiatan talkshow virtual yang bertajuk “Gak Takut Bocor, Tidur Lelap Untuk Kulit Wajah Cerah” pada Jumat, 19 Februari 2021.

"Maka dari itu, penting bagi perempuan untuk memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi kondisi kulit wajah mereka, seperti kurang tidur, hormon, genetik, stres, dan berbagai penyebab lainnya. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi sangat berpengaruh ketika pada masa menstruasi, terutama kurangnya kualitas tidur,” jelas dr. Nessya.

Tubuh kita sendiri memiliki jam biologis yang bila terganggu membuat kualitas tidur berkurang dan hal ini kerap kali terjadi ketika masa menstruasi.

Saat kita tidak mendapat tidur yang cukup dan berkualitas, jam biologis tersebut akan terganggu dan berpotensi menghambat regenerasi kulit di malam hari. Penelitian pun mengungkapkan bahwa tidur malam yang cukup menjadi kunci untuk kulit wajah yang lebih segar dan cerah.

Dalam memperhatikan kualitas tidur malam hari, perempuan dapat memulainya dengan menghindari hal-hal yang dapat menjadi gangguan pada tidur mereka. Senior Brand Manager PT Uni-charm Indonesia Tbk, Riama Simorangkir mengungkapkan bahwa perempuan sangat rentan mengalami gangguan saat tidur, terutama ketika masa menstruasi.

"Pada masa menstruasi, perempuan mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh beberapa  faktor, seperti hadirnya perasaan tidak nyaman serta kekhawatiran akan pembalut bocor," ujar Riama.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Charm, 9 dari 10 wanita Indonesia mengakui bahwa kualitas tidur yang baik adalah penting, akan tetapi 6 dari 10 perempuan Indonesia terbiasa untuk bangun tengah malam demi mengganti pembalut, karena khawatir bocor saat malam hari.
(FIR)