FITNESS & HEALTH

4 Bahan Herbal dan Rempah-rempah untuk Melawan Inflamasi

Raka Lestari
Kamis 18 Februari 2021 / 12:11
Jakarta: Inflamasi atau peradangan adalah cara tubuh melawan infeksi dan penyembuhan. Namun, dalam beberapa situasi inflamasi bisa lepas kendali dan bertahan lebih lama dari yang diperlukan.

Ini disebut inflamasi kronis, dan penelitian telah mengaitkannya dengan banyak penyakit, termasuk diabetes dan kanker.

Diet memainkan peran penting dalam kesehatan. Apa yang kamu makan, termasuk berbagai bahan herbal dan rempah-rempah, dapat memengaruhi inflamasi di tubuh. Dilansir dari Healthliine, berikut adalah bahan herbal dan rempah yang membantu melawan inflamasi:
 

1. Jahe


Jahe (Zingiber officinale) merupakan bumbu masak yang lezat dengan rasa pedas namun manis. Bumbu ini tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari yang segar, kering, atau bubuk.

Seleain penggunaan kuliner, orang telah menggunakannya selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan berbagai kondisi. Ini termasuk pilek, migrain, mual, radang sendi, dan tekanan darah tinggi.

Jahe mengandung lebih dari 100 senyawa aktif, seperti gingerol, shogaol, zingiberene, dan zingerone. Senyawa tersebut kemungkinan besar bertanggung jawab atas efek kesehatannya, termasuk membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
 

2. Bawang putih


Bawang putih (Allium sativum) adalah bumbu populer dengan aroma dan rasa yang kuat. Orang telah menggunakannya dalam pengobatan tradisional selama ribuan tahun untuk mengobati radang sendi, batuk, sembelit, infeksi, sakit gigi, dan banyak lagi.

Sebagian besar manfaat bawang putih bagi kesehatan berasal dari senyawa belerang, seperti allicin, diallyl disulfide, dan S-allylcysteine, yang tampaknya memiliki sifat antiinflamasi.


peradangan
(kunyit memiliki antioksidan yang disebut kurkumin, yang memiliki sifat antiinflamasi yang kuat. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

3. Kunyit


Kunyit (Curcuma longa) adalah bumbu masakan India yang populer digunakan orang sejak zaman kuno. Kunyit mengandung lebih dari 300 senyawa aktif. Yang utama adalah antioksidan yang disebut kurkumin, yang memiliki sifat antiinflamasi yang kuat.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin dapat memblokir aktivasi NF-κB, molekul yang mengaktifkan gen yang meningkatkan inflamasi.
 

3. Ginseng


Ginseng adalah tanaman yang telah digunakan orang-orang di Asia selama ribuan tahun karena khasiat obatnya. Dua jenis ginseng yang paling populer adalah ginseng Asia (Panax ginseng) dan ginseng Amerika (Panax quinquefolius).

Ginseng Asia dilaporkan lebih menyegarkan, sedangkan ginseng Amerika dianggap lebih menenangkan. Ginseng telah dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan, terutama karena senyawa aktifnya yang disebut ginsenosides. Efeknya termasuk mengurangi tanda-tanda inflamasi di tubuh.  
 

4. Teh hijau


Teh hijau (Camellia sinensis L.) merupakan teh herbal populer yang sering dipuji masyarakat karena manfaatnya bagi kesehatan. Tanaman ini mengandung senyawa sehat yang disebut polifenol, terutama epigallocatechin-3-gallate (EGCG).

Penelitian telah mengaitkan senyawa ini dengan manfaat bagi otak dan jantung. Mereka juga dapat membantu orang menghilangkan lemak tubuh dan mengurangi inflamasi.
(TIN)