FITNESS & HEALTH

3 Manfaat Bermalas-malasan

Kumara Anggita
Kamis 22 Oktober 2020 / 12:34
Jakarta: Bermalas-malasan seringkali dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Namun sesungguhnya, hal ini juga diperlukan karena ada hal baik yang bisa diberikannya.

Dikutip dari Bustle ada beberapa manfaat baik dari bermalas-malasan seperti:

Anda jadi tidak rawan burnout atau kelelahan


Burnout adalah masalah yang banyak dialami orang dewasa dan hal ini bisa buat produktifitas jadi menurun. Untuk mengatasinya atau menghindari burnout, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah bermalas-malasan.

Akademisi Dr. Isabelle Moreau mengatakan bahwa kita perlu untuk memiliki waktu luang untuk beristirahat dan berpikir. Waktu tidak semata-mata hanya untuk produktif saja.

"Kebosanan dan kemalasan seharusnya digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan kembali kendali atas tubuh dan waktu sendiri,” ujanrya.

Mundur selangkah dengan cara ini memungkinkan Anda untuk melihat diri Anda sebagai sesuatu selain mesin produksi, dan memungkinkan Anda untuk mengenali diri bahwa saat itu Anda sudah burnout atau tidak. 
 

Tekanan darah Anda bisa lebih rendah


Apakah Anda merasa bahwa tidur siang sejenak adalah hal yang buruk? Bila iya, Anda perlu untuk mengoreksi pemikiran tersebut karena sebenarnya kegiatan ini bisa sangat bermanfaat untuk tekanan darah Anda. 

“Berhenti selama 45 menit hingga satu jam membantu menurunkan tekanan darah Anda setelah peristiwa yang membuat stres", seperti yang disimpulkan oleh para peneliti di Allegheny College di Pennsylvania.
 

Meningkatkan kecerdasan emosional


Jangan merasa bahwa menonton adalah hal yang buruk dan tak membangun. Ini karena menonton film drama bisa membuat Anda mengenali emosi orang dengan mudah.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Oklahoma menunjukkan bahwa menonton salah satu dari empat drama (pilihan mereka adalah Mad Men, The West Wing, The Good Wife, dan Lost) membuat peserta lebih mampu mendeteksi emosi orang lain dibandingkan dengan peserta yang hanya menonton dokumenter ilmiah atau tidak menonton TV sama sekali.

"Para peneliti menyimpulkan bahwa memperhatikan sebuah narasi dapat membantu Anda memahami apa yang terjadi di kepala orang lain," ungkap penelitian tersebut.
(YDH)