FITNESS & HEALTH

Satu Tahun Perjalanan Covid-19 di Indonesia, Ini Sejumlah Faktanya

Raka Lestari
Sabtu 27 Februari 2021 / 17:53
Jakarta: Pandemi covid-19 memberikan perubahan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat di dunia. Kasus ini pada awalnya dianggap sebagai kasus pneumonia yang terjadi di Wuhan, Tiongkok pada sekitar akhir Desember 2019. Setelah itu, virus yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini mulai menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
 

Proses karantina di Natuna pada Februari 2020


Pada Februari 2020, sebanyak 250 warga negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Wuhan, Tiongkok dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau. Para WNI yang baru datang dari Wuhan tersebut dilakukan pemeriksaan dan isolasi untuk memastikan bahwa mereka tidak membawa virus berbahaya dari Wuhan.
 

Kasus pertama pada Maret 2020 di Indonesia


Pada 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama covid-19 di Indonesia. Ada dua orang yang  merupakan ibu dan anak, yang menjadi penanda kasus pertama covid-19 di Indonesia dengan kode 01 dan 02.

Kedua pasien yang masih berkeluarga itu terpapar saat pasien 01 kontak dengan warga Jepang yang datang ke Indonesia. Sedangkan pasien 02 terinfeksi melalui transmisi lokal, yang juga merupakan transmisi lokal pertama dari covid-19 di Indonesia.
 

Pariwisata jeblok dan okupansi hotel menurun


Dua pekan setelah covid-19 datang ke Indonesia, beberapa sektor langsung berdampak. Salah satunya sektor pariwisata dan tentunya okupansi hotel yang menurun.

Dampak covid-19 juga dirasakan di berbagai wilayah. Khususnya wilayah yang banyak menjadi destinasi favorit wisatawan baik mancanegara maupun domestik, seperti di Bali dan Jakarta.

Di Bali, rata-rata okupansi hotel hanya 20 persen. Khususnya di daerah-daerah yang banyak dikunjungi oleh individual traveler seperti Kuta, Sanur, Legian, Ubud, dan Jimbaran. Hal yang senada juga terjadi pada hotel-hotel di ibu kota, Jakarta.
 
“Okupansi di Jakarta sekitar 30 persen. Kalau sudah turun lebih dari situ harus digilir (karyawan),” ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi B. Sukamdani di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020.
 

Pemberlakukan PSBB di Akhir Maret 2020


Presiden Joko Widodo mengeluarkan aturan menyikapi penyebaran covid-19 di Indonesia. Berbeda dengan beberapa negara yang menerapkan lockdown, Indonesia menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 

Peningkatan jumlah pasien positif covid-19 pada Mei 2020


Menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2020, kasus positif covid-19 juga ikut melonjak. Hal ini dikarenakan adanya mobilisasi warga yang melakukan mudik. Beberapa hari menjelang lebaran, kasus positif covid-19 per hari nya bahkan mencapai hampir 1.000 kasus.
 

Kasus positif harian 1000 kasus per hari pada Juni 2020


Dampak dari Hari Raya Idul Fitri baru terjadi sekitar dua minggu setelahnya. Pada 9 dan 10 Juni 2020, kasus positif covid-19 harian di Indonesia menyentuh angka 1.000 kasus.
 

Program vaksinasi covid-19 Perdana di Indonesia pada Januari 2021


Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama di Indonesia yang mendapatkan suntikan vaksin covid-19. Vaksin Sinovac tersebut merupakan suntikan dosis pertama.

Selain Presiden Joko Widodo, para Menteri, pejabat serta beberapa publik figur juga mengikuti penyuntikan vaksinasi. Vaksinasi perdana Indonesia itu dilakukan pada 13 Januari 2021 di Istana Negara.
(FIR)