FITNESS & HEALTH

Hati-hati Masker Palsu! Hanya 996 Masker Medis yang Dapat Izin Edar Kemenkes

Kumara Anggita
Minggu 04 April 2021 / 18:57
Jakarta: Di masa pandemi ini menggunakan masker adalah kewajiban. Hal ini membuat masker dijual di mana-mana. Kamu perlu hati-hati saat membeli masker ya. Banyak masker yang beredar tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan Kemenkes

Drg. Arianti Anaya, MKM (PLT. Dirjen Farmalkes) menjelaskan bahwa saat ini Indonesia sudah mampu mengisi kebutuhan masker di dalam negeri dimana sudah ada 996 masker medis yang telah mendapat izin edar dari Kemenkes. Ini terdiri dari masker bedah N95 dan KN95.

Ia pun melanjutkan bahwa masker medis ini terdiri dari dua jenis yaitu masker bedah dan masker respirator. Berikut perbedaannya. 
 

Masker bedah


- Material yang digunakan berupa non-woven spunbond meltblown spunbond (sms) dan spunbond meltblown meltblown spunbond (smms)
- Digunakan sekali pakai (single use)
- Terdiri dari 3 Lapis
- Penggunaan loose fit menutupi mulut dan hidung
 

Masker respirator


- Material yang digunakan terdiri dari empat sampai lima lapisan (lapisan luar berupa polypropilen, lapisan tengah berupa electrete/charged polypropylene
- Memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dibandingkan dengan masker bedah
- Penggunaan tight fit menutupi mulut dan hidung

“Untuk mendapat izin edar dari Kemenkes, maka masker medis harus memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan manfaat antara lain lulus uji Bacterial Filtration Efficiency (BFE), Partical Filtration Efficiency (PFE), Breathing Resistence sebagai syarat untuk mencegah masuknya droplet dan mencegah penularan virus dan bakteri,” ujarnya. 

“Masker medis juga harus mempunyai efisiensi penyaringan bakteri minimal 95 persen,” lanjut drg. Arianti.

Untuk itu, ia mengingatkan kita agar membeli masker yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kemenkes yang tercantum pada kemasan.

(TIN)