FITNESS & HEALTH

Sayur dan Buah Ini Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Kumara Anggita
Kamis 06 Mei 2021 / 11:07
Jakarta: Salah satu cara untuk menurunkan risiko terkena penyakit jantung adalah dengan memperhatikan apa yang kamu makan. Mengonsumsi sayur dan buah dapat membantumu untuk memiliki jantung yang lebih sehat.

Kementerian Kesehatan merekomendasikan kamu untuk mengonsumsi setidaknya 150 gram sayuran atau semangkok sedang sayur. Atau, isi satu per tiga bagian piringmu dengan berbagai jenis buah.

Dikutip dari Heart & Stroke, banyak sayuran dan buah kaya vitamin C dan beta-karoten, yang merupakan salah satu bentuk vitamin A. Buah dan sayuran berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuhmu, membantu memperlambat atau mencegah aterosklerosis dengan mengurangi penumpukan plak dari kolesterol dan zat lain di arteri.

Beberapa buah dan sayur yang bisa kamu masukan dalam menu makananmu. Antara lain brokoli, paprika merah, stroberi, jeruk, kiwi, dan blewah.

Beta-karoten membuat makanan warna orange tua, merah atau hijau tua yang khas. Jadi kamu dapat dengan mudah menemukan sumber terbaik dari wortel, tomat, labu, jeruk Bali merah muda.

Kamu tak perlu khawatir jadi terlihat gendut, karena konsumsi sayuran atau buah. Sebab hampir semua sayuran dan buah rendah kalori, lemak, dan natrium. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sayur dan buah yang tinggi dikaitkan dengan menjaga berat badan yang sehat.
 

Sumber serat yang baik


Makan sayur dan buah merupakan sumber serat yang baik. Kapan pun memungkinkan, makan kulitnya juga ya! Itu akan membuat perbedaan besar pada total asupan serat harian kamu. Misalnya, apel mentah yang tidak dikupas memiliki serat hampir 10 kali lebih banyak daripada secangkir jus apel.
 

Adakah perbedaan makan sayuran dan buah yang segar dan beku?


Sayuran dan buah beku dan kalengan memiliki nilai gizi yang hampir sama dengan segar. Saat membeli buah beku atau kalengan, cari produk tanpa tambahan gula atau sirup.

Jika kamu menggunakan sayuran kalengan, cari sayuran tanpa tambahan garam atau bilas di bawah air untuk menghilangkan banyak garam tambahan. Sebaiknya kamu panaskan dulu sebelum mengonsumsinya.
(FIR)