FITNESS & HEALTH

Pentingnya Memilih Minyak Goreng untuk Memasak Demi Kesehatan

Raka Lestari
Rabu 07 Oktober 2020 / 16:51
Jakarta: Masyarakat sering kali menghubungkan masalah kolesterol tinggi dengan menghindari makanan tertentu, terutama yang diolah dengan digoreng. Anehnya, kebiasaan untuk berhenti makan “gorengan” sulit sekali dilakukan orang Indonesia karena sudah dianggap sebagai bagian dari menu sehari-hari.

“Seringkan dengar gak boleh makan gorengan nanti kolesterol tinggi," ujar Ahli gizi & nutrisi Seala Septiani, S.Gz, M.Gizi, dalam acara Sania Royale Soya Oil Online Media Session, Selasa, 6 Oktober 2020.

Dia menjelaskan bahwa ini tidak benar karena minyak goreng terbuat dari bahan nabati yang bebas kolestrol. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan adalah apa yang menjadi bahan untuk digoreng.

Menurutnya, beberapa minyak adalah sumber lemak baik bagi tubuh, yaitu PUFA dan MUFA yang di dunia medis dianggap jenis asam lemak terbaik dengan manfaat untuk mencegah penyakit degenerative misalnya Jantung dan stroke.


(Perlu diperhatikan apa yang menjadi bahan untuk digoreng. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com) 

“Kunci pola makan baik adalah makan seimbang, jenis makanan variatif, porsinya tepat tidak berlebihan, sehingga semua kebutuhan nutrisi dalam 1 hari sangat mungkin terpenuhi dari makanan sehari-hari. Untuk menjaga kolestrol tubuh, aktivitas fisik juga penting diperhatikan” ujar Seala.

Saat ini ada banyak sekali jenis minyak untuk menggoreng. Salah satunya adalah minyak yang terbuat dari kacang kedelai. Menurut Nuri Rialen selaku Head of Marketing Sania Royale, penggunaan minyak kacang kedelai atau soya oil bisa menjadi solusi untuk minyak goreng sehat.

"Dengan High Smoke Point, soya oil cocok untuk metode memasak yang membutuhkan panas tinggi, seperti memanggang, membakar, dan menggoreng. Soya oil juga kaya akan PUFA (Polyunsaturated Fat /Asam Lemak Tak Jenuh Ganda) yang baik untuk membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung," jelasnya. 

High Smoke Point sendiri merupakan kemampuan mencapai titik berasap hingga suhu 230° Celcius sebelum komponen minyak pecah sehingga menjadi jenuh dan berubah menjadi komponen radikal bebas.

(yyy)