FITNESS & HEALTH

Penggunaan Masker Bisa Kurangi Tingkat Keparahan Covid-19

Raka Lestari
Kamis 26 November 2020 / 13:57
Jakarta: Covid-19 dipercaya dapat menyebar melalui droplets yang mengandung virus, yang dilepaskan saat orang terinfeksi sedang berbicara, batuk, atau bernapas.

Jika tetesan droplets tersebut mendarat di mulut atau hidung orang lain atau terhirup dari udara, mereka dapat menginfeksi orang itu dan membuatnya sakit.

Begitu juga covid-19 bisa menginfeksi jika droplet jatuh di permukaan benda yang kemudian tersentuh tangan dan selanjutnya tangan menyentuh mata, mulut, atau hidung.

Menurut Robert F. Garry, Jr., PhD, profesor mikrobiologi dan imunologi, di Tulane University School of Medicine, masker yang digunakan dapat menjadi penghalang fisik agar seseorang tidak terkena tetesan droplets tersebut. “Faktanya, masker kain dapat memblokir sekitar 40 hingga 60 persen tetesan,” kat Garry.

Dan masker jenis N95, bahka dapat melakukan lebih baik yaitu dapat memblokir 95 persen dari partikel-partikel kecil yang ada di udara termasuk virus. Masker juga menangkap tetesan droplets yang dihasilkan orang lain agar tidak masuk ke dalam mulut dan menginfeksi seseorang.


covid-19
(Masker kain dapat memblokir sekitar 40 hingga 60 persen tetesan atau droplet. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Bagaimana masker bisa melindugi si pemakainya? 


Menurut Garry, hal itu kembali pada penjelasan bahwa ukuran inokulum (dosis virus) dapat menentukan seberapa sakit seseorang. “Biasanya, pada virus semakin tinggi dosisnya maka akan semakin cepat pula gejala berkembang dan akan semakin parah pula penyakitnya,” jelas Garry.

Berdasarkan hal tersebut, Monica Gandhi, MD, MPH, dan rekan-rekannya di University of California, San Francisco mengusulkan bahwa penggunaan masker dapat membantu mengurangi keparahan covid-19 ketika seseorang terinfeksi.

“Jika jumlah tetesan pernapasan (droplets) yang lebih sedikit berhasil masuk ke dalam tubuh seseorang, ini berarti mereka akan menerima dosis virus yang lebih rendah,” jelas Gandhi. Dosis yang lebih rendah berarti bahwa, bahkan jika orang tersebut jatuh sakit maka kemungkinan bukan kasus yang parah.

Gandhi mencatat bahwa ada bukti dalam literatur yang menunjukkan bahwa hal ini mungkin terjadi pada covid-19. Berdasarkan studi yang pernah dilakukannya pada simulasi hamster yang menggunakan masker, kemungkinan hamster yang memakai masker lebih kecil untuk tertular covid-19. Mereka juga memiliki penyakit yang lebih ringan ketika terinfeksi covid-19.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berulang kali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan atau 3M menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.
(TIN)