FITNESS & HEALTH

Setelah Terinfeksi Covid-19, Apakah Paru-paru Bisa Kembali Normal?

Raka Lestari
Jumat 18 Maret 2022 / 07:15
Jakarta: Covid-19 merupakan penyakit yang utamanya menyerang saluran pernapasan. Untuk menghindarinya, kamu bisa menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan melakukan vaksinasi.

Namun, yang kerap menjadi pertanyaan adalah apabila seseorang sudah terinfeksi penyakit ini, bagaimana dampaknya pada sistem pernapasan? Dapatkah kondisi paru kembali seperti sediakala?

“Infeksi covid-19 dapat menimbulkan gejala ringan, sedang, atau berat. Gejala klinis utama pada covid-19 di antaranya adalah demam, sesak, lemas, nyeri otot, serta diare,” ujar dr. Amira Anwar, Sp.P, FAPSR, dokter spesialis paru dan pernapasan yang berpraktik di RS Pondok Indah dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dr. Amira, setiap pasien dapat mempunyai gejala yang berbeda. Pada kasus yang berat, dapat juga terjadi perburukan yang cepat sehingga menyebabkan kegagalan pernapasan, kelainan metabolik lainnya, gangguan sistem koagulasi (pembekuan darah), hingga terjadinya badai sitokin yang dapat merusak organ dalam tubuh.

“Terapi penanganan yang dilakukan pada pasien covid-19 disesuaikan dengan gejala dan hasil pemeriksaan dari pasien itu sendiri. Pada gejala ringan, pasien dapat diberikan vitamin dan obat-obatan sesuai gejala,” tambah dr. Amira.

Sedangkan pada gejala sedang dan berat, pasien akan diberikan obat antivirus dan obat lain sesuai dari hasil pemeriksaan fisik, laboratorium, dan pemeriksaan penunjang lain oleh dokter. Virus SARS-CoV2 penyebab covid-19 dapat menyerang dua belah paru, saat saturasi oksigen menurun drastis yang disebabkan oleh inflamasi yang parah.

“Pada kondisi ini, paru-paru akan terisi banyak cairan, dahak, dan sel. Hal inilah yang mengakibatkan kerusakan pada dinding kantung udara paru-paru, sehingga membuat pasien sesak napas dan mengalami pneumonia parah atau acute respiratory distress syndrome (ARDS),” tutur dr. Amira.

Pasien dengan kondisi ini membutuhkan alat bantu napas menggunakan ventilator akibat terjadinya gagal pernapasan. Pada kasus pneumonia biasa, kebanyakan orang dapat sembuh tanpa adanya kerusakan paru-paru yang bertahan lama.

Hal ini berbeda dengan pneumonia yang disebabkan oleh covid-19, yang bisa berkembang menjadi pneumonia parah. Bahkan setelah penyakit berlalu, cedera paru-paru akibat covid-19 dapat menyebabkan kesulitan bernapas yang mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membaik.
(FIR)