FITNESS & HEALTH

WHO Ingatkan, Walau Belum Tahu Varian Covid-19 Berikutnya Bisa Menjadi Perhatian

Mia Vale
Rabu 04 Mei 2022 / 12:00
Jakarta: Ketidakpastian tentang apa varian covid-19 berikutnya, tetap menjadi penyebab kekhawatiran yang signifikan bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dan mereka perlu merencanakan berbagai jenis skenario.

Hal ini juga termasuk Omicron yang mendominasi di seluruh dunia, Maria Van Kerkhove dari WHO mengatakan saat ini sedang melacak sub-garis keturunan dan garis keturunan 'saudara' dari varian - BA.4, BA.5, BA.2.12.1. 

"Kami memiliki alat yang dapat menyelamatkan nyawa tetapi kami perlu menggunakannya secara strategis. Vaksin tetap menjadi kunci untuk melawan penyakit ini," tambah Van Kerkhove. 

Seperti yang diterangkan dalam laman Livemint, Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa penurunan dramatis dalam pengujian untuk covid-19 telah membuat dunia buta terhadap virus yang terus 'mengamuk dan mutasi' yang berpotensi berbahaya. 

Jumlah kematian akibat covid-19 juga turun secara signifikan pekan lalu. Lebih dari 15 ribu kematian dilaporkan ke WHO minggu lalu - total mingguan terendah sejak Maret 2020. 


sub-garis keturunan omicron
(Maria Van Kerkhove dari WHO mengatakan saat ini sedang melacak sub-garis keturunan dan garis keturunan 'saudara' dari varian - BA.4, BA.5, BA.2.12.1. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Meskipun ini adalah tren yang sangat disambut baik, Tedros memperingatkan bahwa penurunan jumlah juga bisa menjadi akibat dari pengurangan signifikan dalam pengujian virus. 

"Ini membuat kita semakin buta terhadap pola penularan dan evolusi. Virus ini tidak akan hilang hanya karena negara-negara berhenti mencarinya. Itu masih menyebar, masih berubah, dan masih membunuh," pungkas Tedros.

Berbicara pada konferensi pers yang diselenggarakan oleh WHO, William Rodriguez, yang mengepalai aliansi diagnostik global FIND, menunjukkan bahwa dalam 4 bulan terakhir, di tengah lonjakan kasus covid-19 dari varian Omicron, tingkat pengujian telah anjlok 70 hingga 90 persen di seluruh dunia. 

Tingkat pengujian yang menurun terjadi terlepas dari kenyataan bahwa sekarang ada lebih banyak akses ke pengujian yang akurat daripada sebelumnya. "Kami memiliki kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengetahui apa yang terjadi," aku Rodriguez. 

"Dan karena pengujian telah menjadi korban pertama dari keputusan global untuk menurunkan kewaspadaan kami, kami menjadi 'buta' terhadap apa yang terjadi dengan virus ini," tambah Rodriguez.
(TIN)