FITNESS & HEALTH

Beberapa Cara yang Perlu DIlakukan jika Mengalami Long Covid-19

Raka Lestari
Sabtu 25 September 2021 / 14:10
Jakarta: Pada beberapa pasien yang sudah sembuh dari covid-19, ada yang mengalami long covid. Gejala dari long covid sendiri bermacam-macam. Ada yang merasa lelah, anosmia, sesak napas, dan lain sebagainya. Sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti berapa lama long covid tersebut akan berlangsung.

"Efek long covid ini bisa berdampak pada fisik dan sosial. Akhirnya bisa menurunkan kualitas hidup pasien dan orang di sekitarnya," kata dr. Franciscus Ari, Sp.PD, Doker Spesialis Penyakit DAlam di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, dalam Webinar: Tuntaskan Gejala Sisa Pasca Covid-19.

Terkadang efek long covid ini tidak hanya dirasakan oleh pasien. Keluarganya juga terkadang harus ikut repot juga karena harus membantu. Misalnya, harus membantu pasang oksigen, dan jika pasien merasa stres tentu keluarganya juga akan merasakan hal yang sama.

"Lalu harus bagaimana? Ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama adalah istirahat yang cukup. Jadi, setelah sembuh dari covid-19 harus memerhatikan dan usahakan agar mendapatkan istirahat yang cukup. Kurangi main sosmed atau ponsel, kurangi juga waktu menonton tv secara berlebihan karena itu bisa mengganggu waktu istirahat," jelas dr. Ari.

Kemudian, dr. Ari juga menyarankan untuk sering melakukan latihan pernapasan. Melakukan rileksasi atau meditasi, supaya tubuh menjadi rileks. Dengan begitu, pasien mendapatkan istirahat yang berkualitas. Selain kuantitas, kualitas kita untuk beristirahat juga menjadi hal yang penting," jelasnya.

"Penting juga untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup. Agar mendapatkan tidur yang cukup, hindari paparan cahaya sebelum tidur dan saat tidur. Cahaya di kamar sebaiknya diredupkan agar lebih mudah tidur. Hindari juga konsumsi kafein sebelum tidur," saran dr. Ari.

Selain itu, dr. Ari juga menyarankan untuk mendapatkan nutrisi yang adekuat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Menghindari makanan junk food, dan cukup minum air putih. Jangan lupa pula untuk selalu bergarak, seperti melakukan olahraga.

"Tetapi olahraga yang dilakukan juga tidak harus langsung intensitas tinggi. Sesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Jalan kaki atau jogging juga sudah bagus. Dan yang paling penting adalah have fun. Lakukan hobi yang disukai, sehingga memunculklan endorfin untuk mengurangi stres," tutup dr. Ari.
(FIR)