FITNESS & HEALTH

Apakah Minuman Beralkohol Bisa Menaikkan Berat Badan?

Raka Lestari
Minggu 26 September 2021 / 17:00
Jakarta: Minum alkohol mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Namun ternyata, minum alkohol juga memiliki efek buruk bagi kesehatan.

Salah satu efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan dari kebiasaan minum alkohol adalah gangguan liver. Sedangkan untuk jangka pendek, itu bisa menaikkan berat badan.

“Kamu mungkin pernah mendengar istilah ‘kalori kosong’ yang digunakan dalam kaitannya dengan alkohol. Maksudnya adalah tubuh dapat mengubah kalori dari alkohol menjadi energi, tetapi kalori tersebut mengandung sedikit atau tidak ada nutrisi atau mineral yang bermanfaat,” kata Krissy Maurin, MS, ACT, koordinator kesehatan utama di Providence St. Joseph Hospital's Wellness Center.

Ia menambahkan, “Alkohol tidak sama seperti nutrisi lain dalam makanan. Sistem pencernaan bekerja ekstra keras untuk menghilangkannya dari tubuh," kata Maurin. 


alkohol
(Ada efek jangka pendek dan jangka panjang dari mengonsumsi alkohol. Apakah itu bisa kamu kurangi dan tentu saja akan lebih baik untuk menghentikan pengunaannya sama sekali ya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 


"Jika kamu makan dengan minuman beralkohol, penyerapan nutrisi dari makanan akan sangat berkurang karena tubuh bekerja sangat keras untuk menghilangkan alkohol dari tubuh," tambah Maurin.

Secara umum, alkohol tinggi kalori. "Protein dan karbohidrat memiliki empat kalori per gram, lemak memiliki sembilan tetapi alkohol memiliki tujuh," kata Ginger Hultin MS, RDN. 

"Ketika dicampurkan dengan jus, soda, sirup, krim, krim kocok, atau santan, kalori dalam minuman beralkohol bisa sangat tinggi."

Jika kamu tetap ingin minum alkohol namun tidak menambah jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh, Hultin merekomendasikan untuk tetap menggunakan pilihan kalori yang lebih rendah. Seperti bir dan anggur.

Jika bir dan anggur tidak memuaskan seleramu, minuman beralkohol yang dicampur dengan air atau air soda juga bisa menjadi pilihan rendah kalori. Seperti vodka dan soda, yang mengandung 133 kalori per gelas standar 225 gram. Tapi, tentu saja lebih baik untuk tidak mengonsumsinya sama sekali ya!
(TIN)