FITNESS & HEALTH

5 Penyakit Autoimun yang Cukup Umum Terjadi

Raka Lestari
Kamis 28 Oktober 2021 / 13:39
Jakarta: Penyakit autoimun adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang tubuhnya sendiri. Sistem kekebalan tubuh biasanya melindungi terhadap kuman seperti bakteri dan virus. Ketika merasakan penjajah asing ini, maka penyakit itu mengirimkan pasukan sel tempur untuk menyerang mereka.

Biasanya, sistem kekebalan dapat membedakan antara sel asing dan sel diri sendiri. Dalam kasus penyakit autoimun, sistem kekebalan salah mengira bagian tubuh, seperti persendian atau kulit, sebagai benda asing.

Dengan demikian, melepaskan protein yang disebut auto-antibodi yang menyerang sel-sel sehat. Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah jenis-jenis penyakit autoimun yang cukup umum dialami:
 

1. Diabetes tipe 1


Pankreas menghasilkan hormon insulin, yang membantu mengatur kadar gula darah. Pada diabetes mellitus tipe 1, sistem kekebalan menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin di pankreas. Hasil gula darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, serta organ-organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf.
 

2. Rheumatoid arthritis (RA)


Pada rheumatoid arthritis (RA), sistem kekebalan menyerang sendi. Serangan ini menyebabkan kemerahan, kehangatan, nyeri, dan kekakuan pada persendian. Tidak seperti osteoartritis, yang umumnya menyerang orang-orang seiring bertambahnya usia, RA dapat dimulai sejak usia 30-an atau lebih cepat.
 

3. Psoriasis


Sel-sel kulit biasanya tumbuh dan kemudian luruh ketika tidak lagi dibutuhkan. Psoriasis menyebabkan sel-sel kulit berkembang biak terlalu cepat.

Sel-sel ekstra menumpuk dan membentuk bercak merah yang meradang, umumnya dengan sisik putih pada kulit. Hingga 30 persen orang dengan psoriasis juga mengalami pembengkakan, kekakuan, dan nyeri pada persendian mereka. Bentuk penyakit ini disebut psoriatic arthritis.
 

4. Multiple sclerosis


Multiple sclerosis (MS) merusak selubung mielin, lapisan pelindung yang mengelilingi sel-sel saraf, di sistem saraf pusat. Kerusakan pada selubung mielin memperlambat kecepatan transmisi pesan antara otak dan sumsum tulang belakang ke dan dari seluruh tubuh. Kerusakan ini dapat menyebabkan gejala seperti mati rasa, kelemahan, masalah keseimbangan, dan kesulitan berjalan.
 

5. Systemic lupus erythematosus (SLE)


Meskipun dokter pada 1800-an pertama kali menggambarkan lupus sebagai penyakit kulit karena ruam yang biasa ditimbulkannya, namun sebenarnya lupus memengaruhi banyak organ. Termasuk persendian, ginjal, otak, dan jantung. Nyeri sendi, kelelahan, dan ruam adalah beberapa gejala yang paling umum.
(FIR)