FITNESS & HEALTH

Cara Mengendalikan Temperamen yang Buruk

Kumara Anggita
Kamis 08 Oktober 2020 / 12:40
Jakarta: Beberapa orang mudah tersulut emosinya karena memiliki temperamen yang buruk. Hal ini bisa begitu mengonsumsi banyak emosi dan untungnya ini bisa dikendalikan dengan melakukan beberapa hal. 

Latih kesadaran

Memasukkan praktik mindfulness ke dalam rutinitas rutin kamu dapat membantu kamu lebih memahami dan mengontrol reaktivitas yang sering kali memicu kemarahan.

Lain kali kamu merasa amarah meningkat, cobalah latihan ini:

- Temukan ruangan yang tenang dan tempat yang nyaman untuk duduk.
- Pejamkan mata kamu dan perhatikan sensasi fisik amarah menjalar ke seluruh tubuh kamu, entah itu melalui detak jantung A yang cepat atau rahang kamu yang menegang.
- Tarik napas dalam-dalam dan biarkan semua pikiran tentang amarah dilepaskan saat kamu menghembuskan napas.
- Ulangi 2 hingga 3 kali sehari atau setiap kali kamu mulai merasa amarah muncul.
- Fokuskan kembali energi kamu.

Fokuskan kembali energi kamu

Pikirkan beberapa strategi konkret untuk menghadapi situasi yang Anda tahu akan memicu amarah kamu. Jika kamu tahu perjalanan harian  cenderung membuat kamu kesal, sisihkan waktu untuk fokus pada pilihan alternatif. Bangun lebih awal untuk naik kereta yang lebih kosong atau carpooling dengan rekan kerja. Ini mungkin membuat perbedaan besar.

Meskipun tidak segera menyelesaikan situasi, mengalihkan perhatian kamu ke pemecahan masalah dapat memberi kamu rasa kontrol yang lebih besar dan mencegah kamu meledak.

Lakukan aktivitas fisik

Saat kamu mulai merasakan darah kamu mendidih, atasi dengan sesi olahraga. Lakukan lari cepat, mainkan olahraga yang memompa jantung, atau berenang beberapa putaran di kolam renang sekitar.

Aktivitas fisik secara teratur adalah cara yang efektif untuk meningkatkan pengendalian diri dan segera menenangkan pikiran dan tubuh kamu.

Gunakan grafik suasana hati harian

Lacak episode kemarahan dengan mencatat suasana hati kamu setiap hari.  Kamu dapat melakukan ini di buku catatan atau bahkan mengunduh salah satu aplikasi pelacak suasana hati di ponsel.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang suasana hati kamu, coba perhatikan juga asupan kafein atau zat lain, kualitas tidur, situasi atau percakapan yang membuat stres, dan emosi yang mendasari seperti ketakutan atau kekecewaan.
(YDH)