FITNESS & HEALTH

Studi: Depresi Postpartum Bisa Berlangsung Hingga Bertahun-tahun Setelah Melahirkan

Raka Lestari
Senin 11 Januari 2021 / 12:00
Jakarta: Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa gejala depresi pascapersalinan (postpartum) mungkin berlangsung beberapa tahun setelah melahirkan.

Untuk itu, para peneliti menyarankan bahwa skrining untuk depresi pascapersalinan sebaiknya diperpanjang untuk lebih mendukung ibu yang baru melahirkan.

Para peneliti di Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development menemukan bahwa dari 5.000 wanita yang termasuk dalam studi Pediatrics, 25 persennya mengalami "gejala depresi yang meningkat" tiga tahun setelah melahirkan.

Peneliti juga menemukan bahwa ibu dengan kondisi yang mendasari, seperti gangguan mood atau diabetes gestasional, lebih mungkin mengalami gejala depresi tiga tahun pascapartum. 

"Studi kami menunjukkan bahwa enam bulan mungkin tidak cukup lama untuk mengukur gejala depresi," kata Diane Putnick, Ph.D., penulis utama studi tersebut

"Data jangka panjang ini adalah kunci untuk meningkatkan pemahaman kami tentang kesehatan mental ibu, yang memang diketahui sangat penting untuk kesejahteraan dan perkembangan anaknya." 

Untuk mencapai temuan mereka, para peneliti menganalisis data dari Upstate KIDS Study, yang mempelajari lebih dari 5.000 ibu dan lebih dari 6.100 anak dari 57 di New York selama tiga tahun setelah bayi-bayi itu lahir.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), para ibu yang mengalami postpartum depression (PPD) dapat mengalami perasaan sedih, cemas, atau putus asa yang intens yang membuat mereka tidak dapat melakukan tugas sehari-hari.

Dan meskipun gejala PPD biasanya dimulai beberapa minggu setelah melahirkan, ACOG mencatat bahwa depresi pascapartum dapat berlangsung hingga satu tahun setelah melahirkan.

American Academy of Pediatrics (AAP) saat ini merekomendasikan skrining ibu untuk mengetahui depresi pascapartum pada satu, dua, empat, dan enam bulan setelah melahirkan ketika melakukan kunjungan ke dokter anak. 

Tetapi para peneliti dibalik studi baru ini percaya bahwa memperpanjang skrining pascapersalinan hingga dua tahun bisa sangat bermanfaat.
(TIN)