FITNESS & HEALTH

Peran Bank Sampah Edukasi Masyarakat dalam Hal Memilah Sampah Plastik

Raka Lestari
Rabu 03 Maret 2021 / 07:12
Jakarta: Berdasarkan data Sustainable Waste Indonesia (SWI), Bank Sampah berkontribusi dalam mengumpulkan 2,7% dari 0,421 juta sampah plastik paska-konsumsi.

Selain itu Bank Sampah juga memiliki peran penting dalam tumbuhnya ekonomi sirkular dengan menyediakan sampah plastik terpilah dengan kualitas baik dan bersih. Sekaligus sebagai bentuk edukasi masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah.

“Dalam rangka mencapai target strategis untuk mengurangi sampah dan menangani sampah  pada tahun 2025, maka Pemerintah tidak bisa sendiri. Keterlibatan Pemerintah Daerah, dunia usaha, LSM, komunitas, organisasi keagamaan, pelajar dan mahasiswa, organisasi perempuan, serta masyarakat luas sangatlah dibutuhkan," ujar Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup, Rosa Vivien Ratnawati.

"Dengan sinergitas pengelolaan sampah yang komprehensif, terintegrasi dari hulu ke hilir, maka saya yakin kita akan mampu membangun pengelolaan yang baik dan berkelanjutan guna mencapai target-target tersebut," ujar Rosa, dalam acara Virtual Tour #BijakBerplastik Danone-AQUA & Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dalam acara virtual tour tersebut, para peserta diajak untuk lebih memahami lagi proses pengelolaan sampah kemasan paska-konsumsi secara detail mulai dari pengumpulan dan pemilahan di skala rumah tangga atau masyarakat. Kemudian proses di Bank Sampah Unit dan Bank Sampah Induk, yang selanjutnya diproses di Recyling Business Unit (RBU) suatu Unit Daur Ulang yang dikelola oleh Koperasi Pemulung Berdaya di Tangerang Selatan.

Botol-botol plastik bekas yang terkumpul di RBU, dipilah, dicuci dan dicacah menjadi cacahan plastik PET yang kemudian dibawa ke perusahaan daur ulang botol untuk menjadi bahan baku botol baru, selain itu sebagian juga dibawa ke perusahaan tekstil untuk menjadi bahan baku industri fashion.
(FIR)