FITNESS & HEALTH

Pengobatan Alternatif Atasi Kerontokan Rambut Pria

Kumara Anggita
Senin 22 Februari 2021 / 09:00
Jakarta: Selain perubahan gaya hidup, transplantasi rambut, dan laser, kamu mungkin bisa mencoba untuk menggunakan pengobatan alternatif untuk merawat kerontokan rambut pada pria.

Mungkin penggunaan bahan-bahan tertentu bisa membantu mengatasi permasalahan tersebut. Dikutip dari Healthline, ada beberapa pengobatan alternatif yang bisa kamu coba antara lain:
 

Minyak


Ada beberapa bukti bahwa minyak peppermint dapat membantu pertumbuhan rambut. Selain itu, minyak rosemary juga secara tradisional digunakan untuk meningkatkan sirkulasi darah di kulit kepala. Sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa ekstrak daun rosemary meningkatkan pertumbuhan kembali rambut pada tikus.

Minyak kelapa, minyak jarak, dan minyak zaitun juga banyak direkomendasikan, tetapi penelitian tentang manfaatnya untuk pertumbuhan rambut masih terbatas.
 

Biotin


Biotin adalah vitamin yang ditemukan secara alami dalam makanan seperti kacang-kacangan, ubi jalar, telur, bawang dan gandum. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen biotin dapat memperlambat kerontokan rambut.
 

Urang-aring


Urang-aring (Eclipta alba) adalah spesies dalam keluarga bunga matahari dengan reputasi baik dalam tradisi Ayurveda. Ini dikenal sebagai ramuan yang mendukung pertumbuhan rambut.

Studi pada tikus telah menunjukkan bahwa ekstrak herbal memang menunjukkan pertumbuhan kembali rambut yang lebih baik daripada minoksidil (Rogaine). Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi efek ini pada manusia.
 

Teh hijau


Obat herbal lain untuk rambut rontok adalah teh hijau. Sebuah studi pada tikus tentang senyawa polifenol yang ada dalam teh hijau menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk mengatasi masalah rambut rontok. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penelitian pada manusia belum dilakukan untuk mengonfirmasi efek ini.
 

Kembang sepatu


Kembang sepatu adalah bunga yang cukup gampang didapatkan di Indonesia. Satu studi menunjukkan efek positif pada folikel rambut, tetapi belum ada penelitian yang dilakukan pada manusia. Jika berbagai cara tersebut belum efektif, konsultasikan pada dokter kamu.
(TIN)