FITNESS & HEALTH

Rusia Melaporkan Kasus Flu Burung H5N8 Pertama pada Manusia

Sandra Odilifia
Selasa 23 Februari 2021 / 08:21
Jakarta: Rusia melaporkan kasus pertama virus flu burung jenis A (H5N8) yang ditularkan dari unggas ke manusia.

Kepala pengawas kesehatan konsumen Rospotrebnadzor, Anna Popova mengatakan bahwa para ilmuwannya telah mendeteksi penularan flu burung H5N8 pertama di dunia. Kasus ini juga telah dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu, 20 Februari 2021 lalu.

"Informasi tentang kasus pertama penularan flu burung (H5N8) di dunia ke manusia telah dikirim ke Organisasi Kesehatan Dunia," ujarnya dikutip dari Medical Xpress.

Popova mengatakan para ilmuwan di laboratorium Vektor telah mengisolasi materi genetik dari tujuh pekerja di sebuah peternakan unggas di Rusia selatan, di mana wabah tercatat diantara burung-burung tersebut pada bulan Desember lalu.

"Para pekerja tidak menderita konsekuensi kesehatan yang serius. Mereka diyakini tertular virus dari unggas di peternakan," ujar Popova.

Dalam sebuah siaran televisi, Popova pun memuji penemuan ilmiah penting, dengan mengatakan "waktu akan memberi tahu" jika virus dapat bermutasi lebih lanjut.

"Penemuan mutasi ini ketika virus belum memiliki kemampuan untuk menularkan dari manusia ke manusia memberi kita semua, seluruh dunia, waktu untuk bersiap menghadapi kemungkinan mutasi dan bereaksi dengan cara yang memadai dan tepat waktu," kata Popova.


(Para ilmuwan di laboratorium Vektor telah mengisolasi materi genetik dari tujuh pekerja di sebuah peternakan unggas di Rusia selatan. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Disamping itu, pada hari yang sama, WHO telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah diberitahu oleh Rusia tentang perkembangan tersebut.

"Kami sedang berdiskusi dengan otoritas nasional untuk mengumpulkan lebih banyak informasi dan menilai dampak kesehatan masyarakat dari kasus ini. Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi pertama kalinya H5N8 menginfeksi manusia," kata juru bicara WHO.

WHO menekankan bahwa para pekerja Rusia "tanpa gejala" dan tidak ada penularan lanjutan dari manusia ke manusia yang dilaporkan.

Menurut WHO, orang biasanya tertular melalui kontak langsung dengan hewan atau lingkungan yang terkontaminasi, dan tidak ada penularan yang berkelanjutan diantara manusia.

Diketahui, sebelumnya wabah H5N8 telah dilaporkan di Rusia, Eropa, Cina, Timur Tengah dan Afrika Utara dalam beberapa bulan terakhir. Namun, sejauh itu hanya menginfeksi unggas, belum menular ke manusia.

Bahkan Prancis, salah satu negara Eropa yang terserang flu burung, telah memusnahkan ratusan ribu unggas untuk menghentikan penularan.
(yyy)