FITNESS & HEALTH

Bolehkah Vaksin Covid-19 untuk Ibu Menyusui?

Raka Lestari
Rabu 24 Februari 2021 / 17:41
Jakarta: Sejak 13 Januari 2021, program vaksinasi covid-19 resmi dimulai di Indonesia. Vaksin menjadi sebuah harapan untuk mengakhiri pandemi covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun di seluruh dunia.

Per 11 Februari 2021 berdasarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan, menyatakan bahwa ibu menyusui dapat diberikan vaksin covid-19, bersama dengan kelompok yang lain. Seperti lansia, pengidap komorbid, serta penyintas.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, vaksin yang berplatform sama dengan vaksin Covid-19, yaitu inactivated virus, relatif aman untuk ibu menyusui, karena tidak menimbulkan kecacatan pada bayi, tidak membuat bayi sakit, serta tidak berefek buruk pada ibunya," ujar dr. Adaninggar RA, Sp.PD, edukator dan penggiat edukasi kesehatan Covid-19.

"Dari sini para ahli mempertimbangkan bahwa risiko vaksin covid-19 itu sendiri, tidak sebesar risiko ketika ibu menyusui terinfeksi covid-19, yang mana gejalanya tidak bisa diperkirakan apakah akan bergejala ringan, sedang, atau berat," ujar dr Ninggar.

Ninggar menambahkan, bahwa selama ini, hanya ada dua vaksin yang terbukti tidak aman untuk diberikan kepada ibu menyusui, yaitu vaksin yellow fever dan smallpox karena berisi virus yang hidup, namun dilemahkan. Vaksin lainnya seperti vaksin influenza, polio, rabies yang platformnya sama seperti vaksin covid-19, aman diberikan kepada ibu menyusui.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Teman Bumil dan Populix pada 1.709 responden, 89% responden tahu bahwa covid-19 mempunyai dampak yang serius untuk kesehatan di Indonesia. Dan, 51,5% di antaranya dengan sukarela akan melakukan vaksinasi, apa pun jenis vaksinnya.

Berdasarkan hasil survei yang sama, 88% responden percaya bahwa tingkat keparahan sebuah penyakit bisa dikurangi dengan vaksin. Untuk itu, beberapa dari mereka ingin mendapatkan kesempatan yang sama untuk divaksin agar memiliki kekebalan tubuh terhadap Covid-19.

Walaupun, 54% di antaranya masih tidak terpengaruh setelah melihat Presiden dan tenaga kesehatan divaksin. Dari responden yang masih ragu ini, mayoritas masih tidak percaya dengan efektivitas, keamanan,dan kualitas vaksin.
(FIR)