FITNESS & HEALTH

Reaksi Tubuh saat Gula Darah Melonjak dan Penyebabnya

Kumara Anggita
Sabtu 08 Mei 2021 / 14:08
Jakarta: Gula darah yang melonjak bagi pasien diabetes bisa membuat tubuh merasa tidak nyaman. Saat itu, tubuh bereaksi dan menimbulkan berbagai gejala.

Mengutip dari Healthline, lonjakan ini terjadi pada pasien diabetes karena mereka tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Kamu perlu waspada, gula darah tinggi yang tidak diobati bisa berbahaya, meningkatkan kemungkinan komplikasi diabetes yang serius seperti penyakit jantung, kebutaan, neuropati, dan gagal ginjal.
 

Gejala lonjakan gula darah


Belajar mengenali gejala hiperglikemia (gula darah tinggi) dapat membantumu mengendalikan diabetes. Beberapa pasien diabetes segera merasakan gejala gula darah tinggi, tetapi yang lain tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun, karena gejalanya ringan atau tidak jelas.

Gejala hiperglikemia biasanya dimulai ketika glukosa darah melebihi 250 miligram per desiliter (mg / dL). Gejala semakin parah semakin lama tidak diobati.

Gejala lonjakan gula darah meliputi:

- Sering buang air kecil

- Kelelahan

- Rasa haus

- Penglihatan kabur

- Sakit kepala
 

Apa yang harus dilakukan ketika gula darah melonjak?


Penting untuk mengetahui gejala hiperglikemia. Jika kamu menduga bahwa kamu memiliki gula darah tinggi, segera cek gula darahmu.

Olahraga dan minum air setelah makan, terutama jika kamu mengonsumsi banyak karbohidrat bertepung, dapat membantu menurunkan gula darah.

Kamu juga dapat menggunakan suntikan insulin, tetapi berhati-hatilah hanya untuk menggunakan metode ini sambil mengikuti rekomendasi dokter mengenai dosis kamu. Jika digunakan secara tidak tepat, insulin dapat menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah).
 

Penyebab lonjakan gula darah


Kadar gula darah berfluktuasi sepanjang hari. Saat kamu mengonsumsi makanan, terutama yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, atau pasta, gula darah akan segera mulai naik. Gula darah naik saat:

- Kamu tidak mendapatkan cukup insulin.

- Insulin tidak bertahan selama yang kamu pikirkan.

- Kamu tidak sedang mengonsumsi obat diabetes oral.

- Dosis obat kamu perlu disesuaikan.

- Kamu menggunakan insulin kedaluwarsa.

- Kamu tidak mengikuti perencana nutrisi yang dibuat.

- Kamu menderita penyakit atau infeksi.

- Kamu sedang menggunakan obat-obatan tertentu, seperti steroid.

- Kamu sedang mengalami stres fisik, seperti cedera atau operasi.

- Kamu berada di bawah tekanan emosional, seperti masalah di tempat kerja atau rumah atau dengan masalah uang.
(FIR)