FITNESS & HEALTH

Panjang Jari Tunjukkan Orang Berisiko Terkena Long Covid?

Mia Vale
Rabu 06 April 2022 / 13:05
Jakarta: Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan hingga saat ini, gen, jenis kelamin, lingkungan, pola makan, dan beberapa faktor lain dapat meningkatkan kemungkinan infeksi parah dan bahkan mengembangkan long covid

Dalam upaya lain untuk memahami sifat virus menular, para ilmuwan baru-baru ini melakukan penelitian rumit di mana terungkap bahwa kuku seseorang dapat mengetahui apakah dia lebih rentan menderita covid-19 yang berkepanjangan. 

Hal ini terdengar lucu, namun sebuah tim peneliti dari Universitas Swansea di Inggris, Universitas Kedokteran Lodz di Polandia, dan Rumah Sakit Universitas Karolinska Swedia melakukan penelitian untuk memahami bagaimana kadar hormon seseorang (terutama testosteron) dapat memengaruhi pemulihan mereka ketika terinfeksi covid-19
 

Penelitian tentang panjang jari


Temuan penelitian mengungkapkan bahwa orang dengan jari manis yang lebih pendek lebih rentan untuk mengembangkan covid-19 yang parah dan dirawat di rumah sakit karena komplikasi yang terkait dengannya. 

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada 17 Maret menunjukkan bahwa orang dengan jari manis yang lebih pendek dibandingkan dengan jari telunjuk mereka mungkin berisiko lebih tinggi terkena covid-19.

Selain itu, seperti yang berhasil dinukil dari Times of India, mereka juga menemukan bahwa orang dengan perbedaan ukuran yang lebih besar antara jari di tangan kanan dan kiri memiliki risiko komplikasi parah yang lebih tinggi dari virus menular.


siapa yang terkena long covid
(Para peneliti dari Universitas Swansea, Universitas Kedokteran Lodz di Polandia, dan Rumah Sakit Universitas Karolinska Swedia melakukan penelitian mengenai hormon dan hubungannya dengan perkembangan jari seseorang yang terkait dengan long covid-19. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Menghitung kadar hormon


Untuk tes tersebut, para ilmuwan mengevaluasi penelitian sebelumnya yang dilakukan untuk menghitung kadar hormon dengan memeriksa panjang jari seseorang. 

Sesuai penelitian ini, memiliki jari manis yang lebih panjang adalah tanda kadar testosteron yang lebih tinggi selama pertumbuhan di dalam rahim, sedangkan jari telunjuk yang lebih panjang adalah tanda kadar estrogen yang lebih tinggi. 

Para peneliti percaya bahwa mungkin ada hubungan antara testosteron dan tingkat keparahan covid-19 karena telah disaksikan bahwa pria lanjut usia termasuk yang paling mungkin menderita hasil parah dari covid-19. 

Untuk memperluas penelitian sebelumnya, para peneliti mengumpulkan 154 peserta dan mengukur panjang jari mereka di masing-masing tangan. Di antara para peserta, 54 orang telah terinfeksi covid-19. 

Pada akhirnya, mereka menemukan bahwa orang dengan rasio ukuran yang lebih besar antara jari kedua dan keempat serta antara jari ketiga dan kelima menderita virus korona yang parah dibandingkan dengan orang lain. 

Ini berarti bahwa testosteron rendah dan estrogen tinggi pada pria dan wanita menempatkan mereka pada risiko terkena infeksi virus korona yang parah.
 

Tetap jaga prokes


Cara mengurangi risiko terinfeksi virus korona Meskipun kasus virus korona telah turun dalam sebulan terakhir, penting untuk mengikuti norma-norma agar tetap aman. 

Mendapatkan vaksinasi, memakai masker, menghindari pertemuan sosial dan menjaga kebersihan adalah satu-satunya cara untuk menghindari kontak dengan virus menular. Selain itu, makan sehat dan olahraga teratur untuk meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh.
(TIN)