FITNESS & HEALTH

Infeksi Varian Omicron Ciptakan Kekebalan Terbatas bagi yang Tidak Divaksinasi

Mia Vale
Kamis 21 April 2022 / 09:07
Jakarta: Studi menemukan, infeksi varian Omicron dari virus korona menciptakan kekebalan terbatas bagi orang yang tidak divaksinasi. Sebuah penelitian baru yang diterbitkan di Research Square sebelum peer review menemukan bahwa antibodi yang dibuat varian Omicron tidak menetralkan varian dari korona.

Perlu diketahui, secara khusus, antibodi dari varian Omicron BA.1 dan varian BA.2 tidak menangkal varian versi lain. Para ilmuwan menemukan ini setelah menganalisis sampel darah dari mereka yang terinfeksi oleh Omicron. 

Para peneliti juga menemukan bahwa mereka yang mengalami infeksi “terobosan” ketika seseorang masih terinfeksi setelah mendapatkan tiga dosis vaksin covid-19 di mana memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi terhadap Omicron.


Omicron masih dapat menginfeksi
(Dr Hilary Fairbrother mengatakan bahwa varian Omicron masih dapat menginfeksi kamu kembali, bahkan dengan kekebalan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

"Vaksinasi dan antibodi infeksi alami sangat spesifik untuk varian Omicron masing-masing, dan kami mendeteksi hampir tidak ada antibodi penetral yang menargetkan strain virus non-Omicron,” jelas Karin Stiasny dan Judity Aberle dari Medical University of Vienna, Austria, dalam sebuah pernyataan, menurut berita yang dilansir dari Deseret. 

Para peneliti telah meninjau seberapa baik kekebalan alami dapat melindungi seseorang dari varian tersebut. Misal, salah satu alasan varian Omicron melonjak di Tiongkok adalah karena negara tersebut belum memiliki kekebalan penuh terhadap Omicron, yang memungkinkannya menginfeksi lebih banyak orang, seperti yang saya tulis untuk Deseret News. 

Dr Hilary Fairbrother, seorang dokter pengobatan darurat yang berbasis di Houston, Texas, mengatakan bahwa varian Omicron masih dapat menginfeksi kamu kembali, bahkan dengan kekebalan. 

“Gagasan kekebalan alami ini tidak benar-benar cocok dengan virus ini,” ujar Fairbrother saat tampil di Fairbrother di Yahoo Finance Live. Ia pikir sebagian karena Omicron punya begitu banyak mutasi, dan benar-benar tidak ada cara untuk mengetahui apa yang akan dimiliki varian berikutnya.

Fairbrother juga berpikir masalah dengan kekebalan kelompok benar-benar memperhitungkan bahwa virus ini tidak akan bermutasi secara signifikan dan mungkin tidak memiliki varian yang sangat signifikan berkeliaran di mana tidak ada hubungannya dengan Omicron yang benar-benar tidak melihat kekebalan alami dari orang-orang yang telah sakit terinfeksi Omicron. 
(TIN)