FITNESS & HEALTH

Pentingnya Sarapan dan Kaitannya dengan Aktivitas Anak di Sekolah

Raka Lestari
Kamis 17 Februari 2022 / 19:35
Jakarta: Sarapan menjadi waktu makan yang paling utama, terutama bagi anak-anak sebelum memulai aktivitas sehari-hari. Untuk itu, memiliki kebiasaan sarapan menjadi sangat penting.

Sarapan berguna untuk menyediakan energi yang dibutuhkan. Tetapi sayangnya kebiasaan masyarakat untuk sarapan masih rendah.

Kurangnya kesadaran akan sarapan juga diungkapkan oleh, dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK Spesialis Gizi Klinik. Hampir 60 perrsen anak Indonesia belum memiliki kebiasaan sarapan.

"Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, 44.6 persen anak Indonesia mengonsumsi sarapan dengan asupan gizi kurang dari 15 persen total kebutuhan energi," ujarnya dalam Virtual Press Conference Sarapan Berisi Blue Band, pada Kamis, 17 Februari 2022.

Sementara itu 26.1 persen anak hanya minum teh, air putih atau susu saat sarapan. Padahal, anak usia sekolah membutuhkan 1.550 kalori per hari. Mulai dari karbohidrat, protein, hingga lemak, yang mengandung omega 3 dan 6 serta vitamin, mineral dan juga serat untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak.

"Jika ini tidak terpenuhi akan berdampak pada pertumbuhan, status gizi, hingga penyerapan ilmu di sekolah,” ujar dr. Diana.

Padahal menurut dr. Diana, sarapan memiliki banyak manfaat. Terlebih setelah tidur selama semalaman kita tidak mendapatkan makan dan minum.

"Saat pagi hari, sarapan bisa menjadi bahan baku energi untuk melakukan aktivitas. Terutama bagi anak-anak yang masih bersekolah, entah itu sekolahnya tatap muka ataupun tidak,” ungkap dr. Diana.

“Ketika bersekolah, anak-anak butuh konsentrasi. Salah satu energi untuk otak bisa konsentrasi adalah glukosa yang didapatkan dari karbohidrat tetapi usahakan pilih karbohidrat kompleks. Kalau asupan sarapannya lengkap, anak juga bisa konsentrasi ketika sekolah,” kata dr. Diana.

Ketika anak merasa lapar, tentunya ia akan sulit untuk berkonsentrasi. Hal ini pada akhirnya bisa memengaruhi prestasi anak di sekolah.

“Tapi ada juga kasus di mana anak tidak merasa lapar ketika tidak sarapan, tapi nanti di sekolah anak jadi banyak bengong, banyak melamun karena otaknya tidak mendapatkan energi yang cukup untuk berkonsentrasi,” kata dr. Diana.

“Sarapan penting sekali, dan sarapan juga tidak perlu dalam porsi yang besar. Terkadang kan anak-anak karena masih pagi, belum bisa makan dalam jumlah besar. Tidak apa-apa, yang penting harus tetap mengikuti kaidah gizi yang seimbang,” tutup dr. Diana.
(FIR)