FITNESS & HEALTH

Satu Tahun Pandemi Covid-19: Terbitnya Era New Normal

Sandra Odilifia
Selasa 02 Maret 2021 / 16:44
Jakarta: Teman Gaya, genap satu tahun sudah covid-19 hadir di tengah-tengah kita. Tamu tak di undang ini rupanya mampu melumpuhkan roda ekonomi, sektor pariwisata, sosial dan sendi-sendi lainnya di Indonesia.

Di tengah segala keterbatasan, setiap detik, setiap saat, dan setiap waktu, seluruh elemen masyarakat bersiteguh untuk berjuang melawan pandemi. 

Hingga akhirnya kita mulai membiasakan diri untuk hidup berdampingan dengan covid-19, yang kemudian muncullah istilah New Normal atau Kenormalan Baru/Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Setelah sekian lama digaungkan hastag #StayAtHome, akhirnya pemerintah pun membolehkan masyarakat untuk melakukan kegiatan seperti biasa, namun tentunya dengan mengikuti segala protokol kesehatan (prokes) covid-19. 

Kebiasaan prokes seperti mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, tidak menyentuh wajah, menerapkan physical distancing, serta mengenakan masker dalam setiap aktivitas rupanya telah menjadi bagian kita selama satu tahun belakangan ini.

Namun, tak bisa dipungkiri, meski telah menjalankan standar protokol kesehatan bukan berarti kamu kebal terhadap virus korona!

Selama pandemi kita diharuskan menjalankan sebuah kata baru yaitu New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru. Satu tahun pandemi covid-19, inilah era new normal:


new normal
(Gaya hidup kita di era new normal adalah jadi selalu memakai masker. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

1. Beraktivitas di luar rumah


Selama new normal, awalnya tidak semua memakai masker hanya yang sakit saja yang perlu memakainya. Namun dalam perkembangannya diperlukan upaya untuk memakai masker secara luas agar penyebaran virus korona tidak merajalela.

Pemerintah mengimbau untuk semua elemen masyarakat melakukan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan menjaga jarak.

Saat beraktivitas di luar rumah tetap pakai masker, tetap menjaga jarak, dan tidak berkerumun. Setelah keperluan selesai, segera pulang ke rumah. 

Kemudian melepas alas kaki dan meletakkan peralatan yang digunakan, untuk kemudian menyemprotkan disinfektan.

Setelah itu, mencuci tangan dengan air dan sabun. Lalu melepaskan pakaian yang dikenakan dan segera mencucinya atau masukkan ke dalam tempat cucian yang tertutup. 
 

2. Berada di transportasi umum


New normal masih membolehkah kamu memakai transportasi umum dengan melaksanakan prokes covid-19. Dan jika kamu bepergian dengan transportasi umum, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, salah satunya adalah membawa hand sanitizer.

Memastikan tangan untuk tidak menyentuh wajah sebelum membersihkannya, dan tak lupa untuk selalu membawa botol minum sendiri.

Terakhir yang paling penting adalah kamu harus menjaga jarak minimal 1 meter dengan penumpang lain. Jika dirasa tidak memungkinkan, sebaiknya hindari menggunakan transportasi umum.


new normal
(Menjaga jarak dalam new normal sebuah keharusan, termasuk di dalam kantor. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

3. Ketika di kantor


Saat new normal, beberapa perusahaan rupanya memutuskan untuk membuat para karyawan bekerja di kantor dan di rumah secara bergantian. 

Social distancing tak hanya berlaku di transportasi umum, tetapi juga di kantor. Meski kamu mengenal rekan kerja, tetap jaga jarak.

Pastikan, jarak antarkursi minimal 1 meter. Jika rekanmu tidak menerapkan social distancing, sebaiknya tegur dan ingatkan untuk menjaga jarak.

Selain di ruang kerja, hal itu juga berlaku saat di kantin atau makan siang. Bahkan lebih baik lagi jika kamu membawa bekal sendiri, jadi kamu enggak perlu repot untuk antre dan menghindari kerumunan.
 

4. Saat berbelanja


Tempat belanja merupakan salah satu tempat yang dikunjungi banyak orang. Jadi saat belanja kita tidak menyentuh barang-barang yang tidak perlu. Ambil hanya yang kamu perlu dalam daftar belanjaan kamu.

Dan kebiasaan baru kita adalah tidak menyentuh wajah, tas atau barang lainnya sebelum mencuci tangan. Terus menerapkan physical distancing, baik saat memilih barang ataupun saat mengantre untuk bayar.

Hal itu juga berlaku saat kamu makan di sebuah restoran. Memilih tempat makan dengan ventilasi yang baik agar ada pertukaran udara di tempat tersebut dan tren memilih menu melalui barcode atau scan menjadi budaya kuliner yang baru di era new normal ini.

Saat membayar, pemilihan metode pembayaran nontunai biasa juga terjadi di era ini untuk mencegah kontaminasi. Jika tidak memungkinkan, kita jadi terbiasa mencuci tangan setelah membayar dengan uang tunai.
 

5. Saat belanja atau memesan makanan online


Sejak pandemi, pelanggan online semakin meningkat. Berbagai platform belanja daring mengakui hal ini. Saat new normal, belanja daring dilakukan untuk menghindari kontak langsung, berbelanja secara nontunai menjadi salah satu tren yang terus menaik.

Tren ini di new normal menjadikan platform belanja olnline dan kurir menjadi penghubung demand masyarakat. Saat belanjaan datang, kurir biasa meletakkan pesanan di pagar atau gantungkan di pagar agar tidak bertemu atau bersentuhan langsung.

Dan mendisinfeksi paket serta membuka bungkus paket di luar rumah. Khusus untuk makanan, kita jadi terbiasa untuk membuka bungkusnya dan memindahkan ke wadah yang bersih.

Tak lupa, setelahnya kita selalu membuang bungkusnya dan mencuci tangan dengan bersih! Satu tahun pandemi covid-19 belum berakhir, jangan lengah untuk terus terapkan 3M dalam kehidupan kita sehari-hari.
(TIN)