FITNESS & HEALTH

Hubungan Antara Minuman Beralkohol dengan Vaksin Covid-19

Raka Lestari
Jumat 08 Januari 2021 / 13:09
Jakarta: Para ilmuwan di Inggris dan Rusia memperingatkan agar tidak minum alkohol sebelum dan sesudah mendapatkan vaksin covid-19. Hal ini karena konsumsi alkohol dapat memengaruhi respons kekebalan orang terhadap vaksin covid-19.

Dikutip dari Insider, bulan lalu pejabat kesehatan setempat, Anna Popova memberi tahu warga bahwa mereka tidak boleh minum alkohol dalam rentang waktu hampir dua bulan, sebelum mendapatkan suntikan vaksin.

Namun, menurut para ahli di Rusia dan Amerika, hal tersebut sangat ketat dan peringatan tersebut justru bisa menurunkan kepatuhan seseorang untuk melakukan vaksin. Sedangkan di Inggris, Profesor dari Universitas Manchester, Sheena Cruickshank, mengatakan kepada Metro UK bahwa sebaiknya menghindari minum alkohol sehari sebelum, dan tidak lama setelah mendapatkan vaksin. Semua dilakukan agar sistem kekebalan tubuh berjalan dengan baik.

Penelitian telah menemukan bahwa minum alkohol juga mengubah susunan mikrobioma usus, berpotensi menyebabkan kerusakan pada sel kekebalan yang melapisi usus. Lebih banyak penelitian menunjukkan pesta minuman keras menghabiskan kemampuan melawan infeksi dari sel darah putih tertentu. Jadi, minum alkohol secara berlebihan sebelum melakukan vaksin bukanlah pilihan yang cermat.

Selain itu, minum alkohol yang berlebihan dan kronis dapat memiliki beberapa efek kesehatan yang merugikan, selain mengganggu fungsi kekebalan tubuh. Jika kamu minum lebih dari beberapa minuman beralkohol setiap hari, detak jantung dan tekanan darah akan meningkat seiring waktu. Semakin banyak alkohol yang diminum, semakin tinggi detak jantug, meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung.

Menurut ulasan 2017 oleh National Institutes of Health Amerika Serikat, peminum alkohol berat satu setengah kali lebih mungkin mengalami stroke dibandingkan mereka yang tidak minum alkohol. Minum alkohol secara berlebihan juga dikaitkan dengan peradangan hati yang parah, dan kebiasaan minum alkohol yang berlebihan selama bertahun-tahun dapat menyebabkan jaringan parut atau sirosis hati yang menurunkan kemampuan organ hati untuk berfungsi dengan baik.
(FIR)