FITNESS & HEALTH

Cara Media Sosial 'Merusak' Manusia

Kumara Anggita
Minggu 25 Oktober 2020 / 12:00
Jakarta: Media sosial menjadi salah hal yang tak terlepaskan dari kita. Ini memudahkan kita untuk mendaptkan informasi dan terkoneksi dengan satu sama lain namun di sisi lain juga memberikan dampak negatif untuk kesehatan mental.

Dikutip dari Independent, semua orag pasti memiliki sisi insecure atau rasa tidak aman terhadap diri sendiri. Dan perasaan insecure ini bisa semakin parah dengan membandingkan foto-foto orang yang sempurna di Instagram, Facebook, dan lain-lain.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Copenhagen menemukan bahwa banyak orang saat ini menderita “Facebook Envy”. Dan studi ini juga menemukan bahwa orang yang tidak menggunakan situs populer merasa lebih puas dengan hidupnya.

“Ketika kita memperoleh rasa berharga berdasarkan bagaimana kita melakukannya terhadap orang lain, kita menempatkan kebahagiaan kita dalam variabel yang benar-benar di luar kendali kita,” papar Dr Tim Bono, penulis When Likes Aren't Enough menjelaskan via Healthista.

Untuk itu, kamu harus lebih sadar akan penggunaan sosial media ini agar kamu bisa lebih fokus pada diri sendiri dan meningkatkan kepercayaan diri.


media sosial
(Hindari merasa insecure dan envy atau 'iri sosial' dalam media sosial. Dan abaikan media sosial setidaknya 40 menit sebelum kamu tidur agar hormon tidur kamu tidak terganggu. Foto: Pexels.com)
 

Hubungan manusia


Sebagai manusia, sangatlah penting bagi kita untuk dapat berkomunikasi dan menjalin hubungan pribadi satu sama lain. Namun hal ini sulit untuk terpenuhi bila kita menghabiskan banyak waktu hanya untuk menatap layar.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology yang menilai 5.208 subjek menemukan bahwa secara keseluruhan, penggunaan Facebook memberikan dampak negatif pada kesejahteraan mereka.
 

Tidur


Tidur yang cukup adalah hal yang terpenting namun penggunaan sosial media bisa menghambatnya. “Mengatasi kecemasan atau kecemburuan dari apa yang kita lihat di media sosial membuat otak tetap waspada, mencegah kita tertidur,” jelas Dr Bono.

“Selain itu, cahaya dari perangkat seluler yang hanya beberapa inci dari wajah kita dapat menekan pelepasan melatonin, hormon yang membantu kita merasa lelah,” lanjutnya.

Untuk mengatasinya coba tetapkan aturan ketat untuk tidak menggunakan ponsel selama setidaknya 40 menit hingga satu jam sebelum tidur, dan lihat apakah hal itu memengaruhi kualitas tidur kamu atau tidak.
(TIN)