FITNESS & HEALTH

Cara Penanganan Limbah Infeksius di Rumah Tangga

Raka Lestari
Rabu 24 Februari 2021 / 17:31
Jakarta: Limbah rumah tangga ada beberapa jenisnya, di antaranya ada limbah rumah tangga, limbah B3, dan pada saat pandemi seperti sekarang ini ada pula limbah infeksius. Contoh dari limbah infeksius rumah tangga adalah masker dan sarung tangan.

Biasanya masyarakat membuang sampah-sampah ini dicampur dalam tempat sampah yang sama. Padahal penanganan masing-masing jenis sampah ini berbeda-beda. Oleh karena itu, dalam penanganan limbah ini paling tidak dipisahkan tempatnya masing-masing, dan menggunakan tempat sampah dengan model yang tertutup.

“Dalam penanganan sampah infeksius di rumah (misalnya masker), ada beberapa tips di antaranya, gunting masker sebelum dibuang, jika wadah pembuangan sudah memenuhi 2/3 bagian dari kapasitas segera ditutup dan diikat plastiknya, lalu beri label bertuliskan 'limbah infeksius' pada wadah," ujar Siti Kurnia Astuti, S.T, M.T, Kepala Unit Sanitasi dan Lingkungan RSUI.

Mekanisme pembuangan limbah infeksius seperti ini selain dapat mencegah penularan, dapat pula membantu pekerjaan petugas kebersihan dalam memilah-memilah sampah. Jenis disinfektan yang sebaiknya digunakan untuk disinfeksi barang-barang di rumah tidak harus sama dengan yang dipakai di rumah sakit.

“Cairan disinfektan sudah banyak tersedia di pasar dan minimarket dengan harga yang terjangkau, tidak harus menggunakan merk yang sama dengan cairan disinfeksi yang dipakai di rumah sakit. Di antaranya pilih yang mengandung Sodium hypochlorite berkadar 5 persen (dapat ditemukan pada cairan pemutih dan pembersih lantai), atau yang mengandung Hydrogen peroxide H2O2 kadar 0.5 persen," ujar Nia.

"Dalam pembuatan cairan disinfeksi dapat dibuat perbandingan 1:9 (misalnya 1 tutup botol sodium hypochlorite dilarutkan dengan 9 tutup botol air)," sambungnya.

Pembersihan dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu cleaning, disinfeksi, dan dekontaminasi. Dari ketiga jenis metode pembersihan ini, proses cleaning dan disinfeksi biasanya yang biasa dilakukan di rumah.

Terdapat beberapa hal yang juga harus diperhatikan terkait keamanan pada orang yang melakukan pembersihan. Cairan disinfektan tergolong bahan B3 yang memiliki efek samping, sehingga sebelum memulai pembersihan, jangan lupa gunakan APD (Alat Pelindung Diri) misalnya masker, sarung tangan karet, apron plastik, dan sepatu tertutup.
(FIR)