FITNESS & HEALTH

Apakah Tertawa dan Menangis Memberikan Pelepasan yang Sama?

Kumara Anggita
Minggu 18 Oktober 2020 / 15:00
Jakarta: Banyak orang bilang bahwa tertawa dan menangis memberikan efek rilis atau pelepasan yang sama. Namun ternyata secara fisiologi tertawa dan menangis adalah hal yang berbeda.

Ada perbedaan tertawa dan menangis. Tertawa menggoda otak sementara menangis muncul untuk meredakan rasa sakit. Tertawa dimulai dengan kalimat kuat atau akhir yang mengejutkan dari sebuah pikiran. 

Hal ini memaksa otak untuk menafsirkan kejutan dan pemecahan masalah. Setelah kalimat lucunya diterima otak kemudian mencatatnya sebagai humor.

"Tubuh mengirimkan sinyal ke otak yang mengatakan, 'Hei, itu pintar, itu sepadan,' dan kami tertawa," kata ahli saraf sosial Carl D. Marci.
 

Sementara menangis cara kerjanya berbeda. Ada tiga jenis air mata yaitu:


1. Basal yang menjaga mata kamu tetap lembap

2. Rileks yang menghilangkan iritasi seperti dari efek bawang, dan 

3. Air mata psikis atau emosional, yang kamu tumpahkan saat kamu stres, marah, bahagia, atau kesakitan

Air mata psikis mengandung obat penghilang rasa sakit alami yang disebut leucine enkephalin. Ini dapat membantu meningkatkan suasana hati serta meredakan sakit fisik dan psikis.


tertawa 7
(Tertawa membuat kamu lebih baik dengan tubuh melepaskan endorfin. Foto: Pexels.com)


Tertawa memunculkan gerakan limbik sementara menangis membuat respons tubuh berada dalam bahaya. Sistem limbik, di pusat otak, adalah tempat yang sama untuk memproses perasaan seperti kelaparan dan ketakutan. 

Kamu mendengar lelucon atau melihat sesuatu yang lucu dan sistem limbik terpicu. Wilayah motorik otak kemudian dirangsang. Sementara menangis muncul karena tubuh kamu memproses emosi yang intens sebagai tanda bahaya.  

Amigdala, komponen pemroses emosi di otak, mengirimkan tanda. Ini adalah cara tubuh menjauhkan kamu dari bahaya. Misalnya, dengan air mata, pengelihatan jadi kabur. Oleh karena itu, kamu jadi tidak ideal untuk melakukan pertempuran yang merupakan hal bahaya.

Tertawa membuat kamu merasa baik namun menanagis tidak bisa membedakan kamu merasa baik atau buruk.

Tertawa membantu menghentikan pelepasan kortisol, hormon stres yang berbahaya, dan melepaskan endorfin, zat kimia otak yang dikenal karena efek perasaan nyamannya. Hal ini tentunya akan membuat kamu merasa baik. 

Sementara menangis cara kerjanya berbeda lagi. Hipotalamus tidak dapat membedakan antara jenis emosi mana yang "baik" dan mana yang "buruk”. Ini menjelaskan mengapa banyak orang menangis pada saat bahagia, seperti pernikahan atau saat menerima kabar baik.
(TIN)