FITNESS & HEALTH

Pentingnya Memerhatikan Asupan Gizi pada Lansia

Raka Lestari
Sabtu 17 Oktober 2020 / 08:02
Jakarta: Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lansia merupakan populasi yang rentan terkena penyakit, mengingat fungsi imunitas yang menurun. Gizi yang optimal menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam mendukung imunitas yang baik.

“Saat mengalami proses menua, terdapat beberapa perubahan fungsi tubuh yang dapat dialami seorang lansia, diantaranya perubahan komposisi tubuh seperti penurunan massa otot dan peningkatan massa lemak, penurunan fungsi ginjal, penurunan kemampuan otak dalam transmisi sinyal dan komunikasi," jelas dr. Anna Maurina S., S.IKom, M.Gizi, Sp.GK, dokter spesialis rehabilitasi medik RSUI. 

Selain itu, penurunan elastisitas pembuluh darah, penurunan respon imun dan efektivitasnya,  penurunan  kemampuan indra pengecap, kesulitan menelan, serta perubahan-perubahan lainnya bisa dialami oleh lansia, menurut dr. Maurin. 

Dalam menghadapi perubahan-perubahan ini, penting bagi lansia untuk dapat lebih memerhatikan konsumsi makanan dan asupan gizinya sehari-hari. Jumlah kebutuhan makanan dan minuman tiap orang berbeda-beda, karena sangat bergantung kepada usia, jenis kelamin,  berat  badan dan tinggi badan, tingkat aktivitas  fisik, serta  ada/tidaknya  penyakit penyerta. 

“Sebaiknya, lansia  yang  mengalami permasalahan makan dan memiliki penyakit  penyerta melakukan konsultasi gizi dengan dokter untuk mendapatkan panduan yang  benar, termasuk terkait boleh atau tidaknya mengonsumsi suplemen tertentu” tambahnya.

Berdasarkan penelitian dari USDA tahun 2004, para  lansia kerap kali mengalami penurunan asupan kalori, lemak, serat, kalsium, magnesium, seng, tembaga, folat, vitamin B12, vitamin C, D, dan E. Untuk mengatasi penurunan asupan pada lansia yang sulit makan, keluarga lansia dapat melakukan beberapa cara dengan memodifikasi menu atau modifikasi bentuk makanannya.  

Selain itu, penting juga bagi lansia untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.   Pembatasan ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus, hipertensi dan penyakit jantung koroner.

Selain konsumsi makanan bergizi seimbang, terdapat faktor-faktor lain yang tak kalah penting untuk mendukung lansia sehat, mandiri, aktif dan produktif. 

Beberapa kegiatan yang disarankan untuk dilakukan oleh lansia yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di posbindu atau dokter, melakukan kegiatan yang mengasah otak, mengembangkan hobi sesuai kemampuan, melakukan aktivitas fisik ringan selama 30 menit secara teratur, dan tidak merokok.
(YDH)