FITNESS & HEALTH

Mengapa Vaksin Covid-19 Harus Disimpan dalam Lingkungan yang Sangat Dingin?

Raka Lestari
Senin 04 Januari 2021 / 18:40
Jakarta: Cara penyimpanan vaksin covid-19 harus menjadi perhatian serius agar tidak merusak vaksinnya itu sendiri. Dan memang, secara umum vaksin covid-19 harus disimpan pada suhu di bawah nol derajat Celsius.

Lalu, mengapa penyimpanan vaksin covid-19 tersebut harus berada pada suhu yang sangat dingin tersebut?

Ini ada hubungannya dengan bahan yang sangat penting dengan messenger RNA (atau mRNA). Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mRNA dalam vaksin adalah materi genetik yang mengajarkan sel kekebalan kita bagaimana cara membuat spike protein yang ditemukan dalam virus yang dapat menyebabkan covid-19. 

Dengan begitu, sistem imun tubuh akan merespons dengan membuat antibodi untuk melawan spike protein tersebut yang pada akhirnya membuat tubuh belajar bagaimana melindungi tubuh untuk melawan virus tersebut di kemudian hari. 

"mRNA terdegradasi dengan cepat. Ada juga enzim di lingkungan dan di sekitar kita yang memecah mRNA," kata Lisa Morici, PhD, profesor di departemen mikrobiologi dan imunologi di Tulane University School of Medicine. 

Untuk itu, para pembuat vaksin juga melapisi mRNA dalam nanopartikel lipid. Gelembung kecil lemak ini membantu membawa mRNA ke sel kita dan menawarkan tingkat perlindungan terhadap enzim yang dapat menghancurkan mRNA yang rapuh tersebut. 

Namun sayangnya, lapisan nanopartikel lipid tersebut tidak cukup untuk melindungi mRNA. Itulah mengapa vaksin harus disimpan pada suhu yang sangat dingin. “Enzim yang memecah mRNA tidak dapat bekerja pada suhu yang benar-benar dingin," jelas Morici. 

Rumus nanopartikel lipid tertentu, yang dirahasiakan oleh pembuat obat biasanya akan menentukan seberapa dingin vaksin harus disimpan. Oleh karena itu diperlukan penyimpanan pada suhu yang berbeda-beda pada setiap vaksin dari produsen yang berbeda. 
(TIN)