FITNESS & HEALTH

Siasat agar Gairah Tetap Membara Selama Kehamilan

Anda Nurlaila
Senin 11 November 2019 / 20:24

Jakarta: Saat hamil menjadi pengalaman yang berbeda. Misalnya kamu sudah tidak bisa lagi membungkuk untuk mengambil benda yang jatuh. Harus meminta tolong pada suami saat memotong kuku kaki, atau saat melakukan hubungan seks bersama suami sering dilanda mood yang naik dan turun.

Tapi menurut terapis seks Lou Paget sekaligus penulis "Hot Mamas: The Ultimate Guide To Staying Sexy Throughout Your Pregnancy And The Months Beyond," sebenarnya ketika kamu hamil hampir semua anggota tubuh jadi lebih sensitif. Misalnya saja bagian bibir, vagina, klitoris, atau payudara.

Tapi seks ketika hamil ternyata bermanfaat. Coba saja kulik kata Brett Worly, ahli Obgyn dan pakar disfungsi seksual wanita di The Ohio State University Wexner Medical Center di Columbus, yang memaparkan bahwa wanita hamil dengan hubungan sehat dan kuat cenderung berperilaku lebih sehat selama kehamilan dan bayi yang lahir lebih baik.

Nah, ada tujuh cara menyiasati suasana hati agar tetap dapat menikmati seks selama kehamilan. Antara lain:

1. Santai

Jika merasa cemas berhubungan seks, jangan khawatir. "Kehamilan bukan waktu yang membuat wanita tertekan untuk berhubungan seks, atau merasa tubuh buruk dan bersalah jika libido menurun," kata Worly. Untuk menciptakan keintiman dan hasrat seks, fokus pada apa yang memberi kesenangan, baik itu pijatan kaki yang meningkatkan oksitosin dan gairah atau kesenangan diri.

2. Manfaatkan trimester kedua

Selama kehamilan wanita kerap tidak menikmati seks terutama di semester pertama. Namun memasuki trisemester kedua, banyak yang merasa lebih baik akibat rasa tidak nyaman yang mulai berkurang.

Manfaatkan tiga bulan ini untuk lebih banyak merekatkan hubungan dengan pasangan. Karena umumnya trimester ketiga membawa hambatan lebih lanjut. Dan perut Anda sudah lebih besar lagi dari sebelumnya.

(Hubungan dan keintiman dengan pasangan menjadi lebih penting karena akan memengaruhi bayi dalam kandungan. Foto: Pexels.com)

3. Perhatikan hal penting

Hambatan untuk melakukan hubungan intim sering kali lebih dari sekedar fisik. Bagian tubuh yang biasanya digunakan sebagian besar untuk keintiman seksual sekarang memiliki implikasi di luar peran itu sebagai pendekatan keibuan.

Kamu mungkin khawatir seks dapat membahayakan bayi. "Tubuh wanita dirancang sedemikian rupa sehingga bayi terlindungi dengan baik di dalam rahim selama kehamilan. Ada leher rahim sehingga penis tidak dapat menyentuh bayi dan tidak dapat melukai bayi sama sekali," jelas Worly.

Castellanos menyarankan agar pasangan fokus pada yang paling erotis bagi mereka daripada kecemasan yang mengurangi gairah.

4. Hilangkan gawai di kamar tidur

Mengesampingkan teknologi yang mengganggu dari kamar tidur dapat membantu meningkatkan waktu bersama pasangan. Dari kebersamaan yang penuh, keintiman fisik dapat tumbuh dari koneksi emosional. Worly mengatakan, "Pasangan membutuhkan  30-60 menit setiap hari untuk saling terhubung tanpa gangguan gawai."

5. Tanamkan pikiran seks

Memikirkan seks bahkan saat tidak melakukannya membuat kamu lebih mudah mengaksesnya saat berada dalam suasana intim dengan suami. "Sangat penting bagi pasangan untuk menciptakan ruang bagi erotisme, baik menyisihkan waktu untuk seks dan kedekatan atau dengan perhatian mental yang ditujukan untuk pemikiran positif tentang seks," kata Castellanos.

6. Gunakan pelumas

Hormon kehamilan dapat menyebabkan kekeringan pada vagina, menurut Castellanos. "Ketika pasangan siap berhubungan intim, pelumas akan membantu membuat hal-hal lebih menyenangkan dan erotis," katanya. Tapi ini juga ada baiknya kamu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan sebelum melakukan hal tersebut.

7. Temukan posisi yang tepat

Pastikan untuk menemukan posisi yang nyaman untuk bercinta dan kreatif. Bantal dapat banyak membantu! "Biasanya berbaring di sisi kiri menjadi yang paling nyaman tanpa mengurangi sirkulasi ke bayi," saran Castellanos.

Jadi, sambil menanti kelahiran buah hati, Anda dan pasangan dapat menikmati hubungan seks untuk membangun keintiman.


(TIN)