FITNESS & HEALTH

Sering Dianggap Sama, Ternyata HIV dan AIDS Merupakan Hal yang Berbeda

Raka Lestari
Rabu 01 Desember 2021 / 20:11
Jakarta: Banyak orang yang mungkin menganggap bahwa HIV dan AIDS adalah hal yang sama. Padahal sebenarnya, HIV dan AIDS adalah diagnosis yang berbeda, tetapi mereka berjalan beriringan. HIV adalah virus yang dapat menyebabkan kondisi AIDS, atau yang juga dikenal sebagai HIV stadium 3.

“HIV adalah suatu virus yang kemudian menyerang sistem kekebalan tubuh. HIV sendiri merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Jadi virus yang kemudian menyerang sistem kekebalan tubuh manusia,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI.

"AIDS sendiri bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan suatu kondisi ketika seseorang sakit HIV, kemudian bertambah berat tingkat keparahannya, maka akan sampai pada kondisi AIDS (Acquired Immune Deficiendy Syndrome),” jelas dr. Nadia.

Dikutip dari Healthline, berikut adalah perbedaan antara HIV dan AIDS:
 

HIV adalah suatu virus


HIV adalah virus yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Istilah 'HIV' adalah singkatan dari human immunodeficiency virus. Sesuai dengan namanya, hanya manusia yang dapat tertular, dan menyerang sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh tidak dapat bekerja seefektif yang seharusnya.

Sistem kekebalan tubuh kita dapat sepenuhnya membersihkan banyak virus dari tubuh kita, tetapi tidak demikian halnya dengan HIV. Namun, obat-obatan dapat mengendalikan HIV sangat berhasil dengan mengganggu siklus hidup virus HIV tersebut.
 

AIDS adalah suatu kondisi


Sementara HIV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi, AIDS adalah suatu kondisi. Penularan HIV dapat menyebabkan perkembangan AIDS. AIDS atau HIV stadium 3, berkembang ketika HIV telah menyebabkan kerusakan serius pada sistem kekebalan tubuh.

Ini adalah kondisi yang kompleks dengan gejala yang bervariasi dari orang ke orang. Gejala HIV stadium 3 terkait dengan infeksi yang mungkin dialami seseorang sebagai akibat dari sistem kekebalan yang rusak. Dikenal secara kolektif sebagai infeksi oportunistik, infeksi yang mungkin dialami, di antaranya adalah tuberkulosis, pneumonia, dan lain-lain.

Jenis kanker tertentu menjadi lebih mungkin terjadi ketika sistem kekebalan bekerja kurang efektif juga. Kepatuhan terhadap terapi antiretroviral (ARV) dapat mencegah HIV stadium 3 berkembang lebih lanjut.
(FIR)