FITNESS & HEALTH

Strategi Kemenkes agar Masyarakat Mau Deteksi Dini Kanker

A. Firdaus
Selasa 28 September 2021 / 16:13
Jakarta: Berdasarkan data BPJS Kesehatan, kanker merupakan penyakit dengan pembiayaan besar dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, kanker adalah penyakit di urutan kedua dalam segi beban pembiayaan yang mencapai Rp3,5 triliun.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir, mengatakan dengan kebijakan serta tata laksana yang optimal, ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan dini kanker hati. Demi mencegah keterpurukan ekonomi yang berpekanjangan.

"Dengan semakin meningkatnya kasus kanker Indonesia maka penanggulangan kanker harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari preventif, deteksi dini, skrining, diagnosis, terapi serta rehabilitasi paliatif," kata Kadir.

Kementerian Kesehatan terus berusaha memenuhi sumber daya pelayanan kesehatan lewat sumber daya manusia, sarana prasarana, peralatan kesehatan, dan obat-obatan. Namun Kadir kembali menegaskan, pentingnya kerjasama dan kolaborasi serta dukungan dari organisasi profesi hingga lembaga swadaya masyarakat, agar masyarakat lebih peduli dan berperan aktif dalam penanganan kanker yang efektif.

Para praktisi dan pakar kesehatan diminta lebih giat memperkenalkan pemeriksaan dini kanker hati yang akurat dengan mengedepankan pelayanan berkualitas.

Kemenkes tengah berupaya memenuhi akses pelayanan kanker secara komprehensif di rumah sakit lewat strategi stratifikasi layanan unggulan kanker, terutama di wilayah yang jadi prioritas pemenuhan kebutuhan pelayanan kanker.

"Diharapkan melalui rencana stratifikasi layanan kanker ini menjadi daya ungkit untuk lebih mendekatkan masyarakat pada layanan kanker, termasuk pemeriksaan dini kanker hati," katanya.

Jika masyarakat sudah lebih memahami soal pemeriksaaan dini dan penanganan kanker, maka perawatan kesehatan pasien secara mandiri bisa meningkat. Pasien juga dapat mempersiapkan diri mengantisipasi kemungkinan efek samping yang timbul akibat pengobatan dan disiplin dalam menjalani pengobatan.

"Saya berharap edukasi dan sosialisasi tentang pemeriksaan dini dan pengobatan inovatif kanker hati yang berkualitas dan terjangkau serta dapat dipertanggungjawabkan pada masyarakat dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat," kata dia.
(FIR)