FITNESS & HEALTH

Lansia Kerap Mengalami Insomnia, Ternyata Ini Penyebabnya

Kumara Anggita
Jumat 11 Juni 2021 / 18:12
Jakarta: Memiliki tidur yang cukup adalah keharusan, tanpa memandang usia. Karena itu, lansia juga perlu mencapai kebutuhan tidurnya agar tetap sehat dan bugar.

Menurut Dr. Pukovisa Prawiroharjo Sp.S(K), Dokter Spesialis Saraf RSUI, usia 55-60 tahun membutuhkan waktu tidur sekitar 7-6,5 jam. Sementara untuk usia 80 tahun membutuhkan setidaknya 6 jam. Setiap usia memiliki kebutuhan berbeda. Ini karena ada perubahan pola tidur.

“Pola tidur pada lansia itu berubah sering dengan usia. Pola tidur ini berubah karena penurunan fungsi jam internal dalam tubuh,” ungkap dr. Pukovisa dalam Seminar Awam Bicara Sehat RSUI Ke-40: Tidur Nyenyak Lansia Sehat di Era Pandemi.

Perubahan pola tidur itu terlihat dari kebiasaan-kebiasaan yang biasanya dilakukan lansia. Berikut pola yang perlu diperhatikan:

- Siklus bangun tidur yang terpecah-pecah.

- Tidur tidak nyenyak seperti biasanya.

- Lebih lama untuk memulai tidur.

- Lebih sering terbangun di malam hari.

- Lebih sering mengantuk di siang hari.

- Lebih sering tidur siang.

- Lebih sering terbangun di pagi hari.

Hal ini membuat para lansia jadi sulit untuk tertidur seperti orang dewasa. Kekurangan tidur bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari. Ini bisa pengaruhi kehidupan sosial para lansia. Karena itu, bila sudah sangat mengganggu, dr. Pukovisa menganjurkan agar lansia berkonsultasi dengan dokter.

“Masalah pada lanjut usia perlu ditinjau lebih lanjut karena dapat memengaruhi kesehatan keseluruhan pada lansia,” tutupnya.
(FIR)