FITNESS & HEALTH

Mengenal Penyakit Hipospadia dan Cara Penanganannya

Raka Lestari
Jumat 04 Juni 2021 / 19:14
Jakarta: Hipospadia merupakan cacat lahir pada anak laki-laki di mana lokasi uretra tidak terletak di ujung penis. Orang tua diimbau untuk segera melakukan deteksi dini untuk mencari penanganan medis yang tepat jika menyadari adanya tanda dan gejala Hipospadia, serta kelainan genital lainnya pada anak mereka, karena penyakit ini dapat disembuhkan.

“Hipospadia merupakan kelainan bawaan lahir pada genitalia pria yang ditandai dengan letak lubang saluran kemih yang tidak terletak pada ujung penis akan tetapi terletak pada bagian bawah batang penis," jelas dr. Arry Rodjani, Sp.U (K), Dokter Spesialis Urologi Siloam Hospitals ASRI dalam Virtual Media Briefing mengenai Hipospadia pada Jumat, 4 Juni 2021.

Menurut dr Arry, kelainan ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang yaitu gangguan pada fungsi reproduksi, infertilitas, dan psikologi jika tidak diterapi dengan benar.

Kasus hipospadia semakin meningkat karena faktor polusi udara, penggunaan insektisida pada bahan-bahan makanan, penggunaan kosmetik saat kehamilan dan zat-zat lain yang dapat mengganggu sistem endokrin saat kehamilan sebagai penyebab terjadinya hipospadia.

“Gradasi Hipospadia pada umumnya berdasarkan lokasi anatomis dari ujung lubang saluran kemih. Secara sederhana dapat dibagi ringan, sedang dan berat," jelas dr. Arry.

Meskipun demikian lokasi anatomi dari ujung lubang saluran kemih mungkin tidak selalu cukup untuk menjelaskan tingkat keparahan dan sifat komplek dari penyakit ini. Perlu  juga  mempertimbangkan panjang penis, ukuran, bentuk, kualitas lempeng saluran kemih dan derajat kelengkungan penis.

Kemudian, dr. Arry menjelaskan bahwa diagnostik penderita Hipospadia dapat dengan mudah  ditegakkan. Namun demikian, hipospadia berat dengan testis yang tidak teraba baik satu sisi maupun keduanya, atau dengan kelamin ambigu, membutuhkan pemeriksaan genetik dan endokrin segera setelah lahir untuk menyingkirkanDisorder Sexual Development(DSD).

“Indikasi operasi rekonstruksi pada penderita hipospadia bertujuan untuk fungsional dan  kosmetik. Fungsional, artinya diharapkan penis lurus saat ereksi dan lubang saluran kemih dibuatkan sampai mendekati ujung penis, sehingga pasien bisa berkemih dengan aliran urine yang lurus kedepan saat posisi berdiri, sedangkan tujuan kosmetik adalah penampilan penis seperti penis yang sudah disunat,” kata dr. Arry.

“Penting disadari oleh orang tua untuk tidak mengkhitan anak dengan hipospadia karena kulit kulup yang ada akan digunakan untuk jaringan  pembuatan saluran kemih,” tutup dr. Arry.
(FIR)