FITNESS & HEALTH

Sulit Berhenti Merokok? Simak Tips ini

Cindy
Kamis 07 Oktober 2021 / 07:00
Jakarta: Kondisi paru-paru perokok aktif akan berbeda dibandingkan orang yang tidak merokok. Merokok buruk bagi kesehatan paru akibat masuknya ribuan bahan kimia pada rokok, seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida. 

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto, menyarankan agar perokok aktif mulai mengurangi merokok, bahkan menghentikannya sama sekali. Lantas bagaimana cara untuk menghentikan kebiasaan buruk merokok? Simak tips berhenti merokok ini. 

Ikut program konseling berhenti merokok

Rokok pexels
Ilustrasi rokok. Pexels.

Agus merekomendasikan perokok aktif untuk mengikuti program konseling. Program konseling akan membantu perokok lebih mudah menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. 
 
"Tentunya gunakan yang sudah direkomendasikan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) seperti program konseling. Psikoterapi itu yang tanpa obat atau bisa juga datang ke puskesmas dan bisa ke rumah sakit," kata Agus, Kamis, 7 Oktober 2021. 

Nantinya, dokter paru akan memberikan pelatihan dan terapi tambahan. Jika dirasa kurang efektif, perokok akan diberi obat untuk berhenti merokok.

Ikut program konseling ditambah konsumsi obat

Ilustrasi obat. medcom.id
Ilustrasi obat. Medcom.id.

Agus menuturkan biasanya program konseling berjalan selama tiga bulan. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat minum untuk meningkatkan keberhasilan program tersebut.
 
Obat khusus yang diminum para perokok biasanya diedarkan oleh dokter spesialis yang memiliki sertifikat pelatihan berhenti merokok.  Perokok harus mengonsumsi obat minimal sebulan dan paling lama selama tiga bulan. Obatnya, yakni obat fariniklin maupun nikotin replacement terapi (nrt). 
 
"Semua dengan resep dari dokter dan supervisi karena pasien mengalami ketagihan merokok, maka bisa diatasi dengan pemberian obat, konseling, sampai ia berhenti," jelasnya.

Paru-paru perokok lulus konseling bisa kembali normal

Ilustrasi paru-paru. Pexels
Ilustrasi paru-paru. Pexels.

Agus menuturkan kondisi paru-paru perokok yang mengikuti konseling bisa kembali normal.  Hanya saja orang tersebut harus lebih dini berhenti merokok.

"Datanglah ke dokter bukan beralih ke rokok elektronik," kata Agus. 

Saat ini, terdapat 100 lebih dokter paru-paru yang bisa memberikan program konseling dan pengobatan di rumah sakit. Program tersebut akan membantu pasien berhenti merokok dan menurunkan risiko penyakit paru. 
(CIN)